8 Bulan Toko Tutup, Anne Avantie Stres Cemaskan Ratusan Karyawan
Anne Avantie menyebut situasi pandemi datang begitu cepat seperti terkena bencana alam.
Editor: Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Desainer Anne Avantie sudah delapan bulan menutup toko seiring pandemi covid-19 melanda Indonesia.
Akibatnya, total ada 600 karyawan yang tak bisa dinafkahi. Kata Anne, sombong bila ada seseorang mengaku ia tidak stres selama masa pandemi ini.
Kondisi tersebut kemudian membuat Anne Avantie diliputi perasaan stres. Baginya hal itu lumrah dialami setiap orang.
Namun, menurut dia, ada yang terbuka dan mengakui dirinya stres, ada pula yang tertutup.
Baca juga: Cerita Anne Avantie Tentang Kebaya Susi Pudjiastuti saat Terima Penghargaan Bintang Mahaputera
"Aku memilih yang pertama, aku apa-apa. Aku stres. Karena apa? Begitu banyak jiwa bergantung di bawah Yayasan Anne Avantie dan aku enggak bisa berbuat apa-apa, aku enggak bisa nolong kamu," kata Anne Avantie, dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (22/12/2020).
Baginya, ia ingin membantu para karyawannya, tetapi dirinya sendiri belum bisa bangkit.
"Aku harus menolong diriku sendiri dulu, untuk aku berdiri, baru aku menunduk untuk bisa nolongin kamu. Tapi aku sendiri enggak bisa berdiri," ujarnya berumpama.
Anne Avantie menyebut situasi ini datang begitu cepat seperti terkena bencana alam.
Desainer kondang ini bercerita, saat depresi ia merasa punya harapan, tetapi tidak tahu harus berbuat apa sehingga tak menemukan solusi.
Anne Avantie pun sempat mengunjungi Goa Maria dekat lereng Gunung Lawu dan berada di sana selama dua minggu untuk menenangkan diri sambil berdoa.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 8 Bulan Terpaksa Tutup Toko dengan 600 Karyawan, Anne Avantie Akui Stres