Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Cerita Eet Sjahranie: Modal 'Tape' dari Kakak, Pulang Sekolah Langsung Sok-sokan Ngeband

Tapi saya juga kasih tahu latar belakang, sejarahnya, hero-hero saya, yang kebetulan mereka juga senang. T

Cerita Eet Sjahranie: Modal 'Tape' dari Kakak, Pulang Sekolah Langsung Sok-sokan Ngeband
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gitaris Band Edane, Eet Sjahranie berpose usai wawancara khusus di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Kalau lagu yang berkesan banyak. Cuma kalau poin itu membuat album tadi. Yang mana tidak pernah saya alami sebelumnya.

Baca juga: Badai Cedera Liverpool Belum Purna, The Reds Konfirmasi Absennya Jordan Henderson

Awal mulanya gimana Anda bisa terjun ke musik?
Kalau saya lihat balik lagi. Dulu-dulu sudah ada gejala seperti itu. waktu SD, saya ingat banget dapat kesempatan punya tape dari abang. Memutar kaset apapun lagu Indonesia, lagu Barat. Terus pulang sekolah sok-sok nge-band walaupun tidak bisa main band.

Singkat cerita, ketika saya bisa main gitar, saya perdalam sendiri sambil belajar dari teman-teman. Akhirnya kebawa terus. Waktu itu masih tinggal di Samarinda, Kalimantan.

Kapan Anda menginjak profesional?
Tepatnya 1987. Saya pertama kali rekaman dengan Fariz RM itu grup namanya Jakarta Rhythm Section. Tapi itu proyek punyanya Fariz RM. Saya mengisi pertama kali lagu judulnya Selamat untukmu. Itu di Jakarta. sudah pindah dari Samarinda. Waktu setelah lulus SMA 1982.

Semenjak dari situ, dengan Ekki Soekarno kemudian almarhum Iwan Madjid. Terus akhirnya lumayan sering di dunia rekaman. Dengan catatan waktu itu proyek Ekki Soekarno itu melibatkan banyak vokalis.

Jadi dia ada dua album solo, Kharisma Indonesia. Satu album ini melibatkan 9-10 vokalis. Ada Ikang Fawzi dan lain-lain itu gitarnya saya semua. Jadi kesannya saya main di mana-mana. Padahal cuma album itu.

Tapi di sisi lain karena itu nama saya 'dikenal' di dunia rekaman. Nah dari situlah mungkin abang-abang di God Bless. Dalam hal ini almarhum Mas Jockie Surjoprajogo lumayan notice. Bang Teddy Sujaya yang waktu itu mengajak saya membantu proyek-proyek mereka.

Baca juga: Kisah Sopir Wali Kota Solo Gibran, Slamet Ditunjuk H-1 Pelantikan, Berjanji Bertugas Dengan Baik

Jadi saya itu untuk God Bless 1989 setelah saya membantu Mas Jockie dan Bang Teddy. Mas Jockie coba menawarkan saya untuk posisi itu. Yang saya tidak tahu ceritanya ternyata Mas Ian Antono sudah keluar. Posisi itu ditawarkan ke saya. Dengan segala pertimbangan akhirnya saya terima.

Di satu sisi saya juga grogi, tapi di sisi lain senang dan bangga juga. Cuma tidak berani mengiyakan secara langsung. Setelah dipikir-pikir akhirnya ya sudah saya gabung. Saya dari 1989-1990 kegiatannya. Tapi officially dari 1989 sampai 2001. Bahkan Mas Ian 1997 sempat balik dan akhirnya ada dua gitaris. Mengeluarkan album Apa Kabar.

Nah itu gitarisnya berdua saya dan Mas Ian. Di 2001 saya harus memutuskan karena pihak Sony meminta saya untuk eksklusif ada di mereka atau tidak. Waktu itu kan saya terikat dengan God Bless, Log Zhelebour. Saya harus memutuskan. Akhirnya memutuskan EdanE. Jadi saya resign dari God Bless.
Anda keluarga pejabat, apakah keluarga mendukung musik untuk jalan hidup?
Mereka secara langsung tidak menyatakan support tapi tidak menghalangi. Tidak ada kendala di situ.

Baca juga: Sering Diminta Mengajar Musik, Tapi Selalu Menolak, Eet Sjahranie Ungkap Kekurangannya

Halaman
1234
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas