Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wawancara Khusus Tribunnews

Pengalaman Terburuk Eet Sjahranie: Ditimpuk Batu Saat Manggung

Gitaris EdanE Eet Sjahranie blak-blakan soal banyak hal mulai dari dunia panggung rock hingga soal vaksin covid dan tik-tok

Pengalaman Terburuk Eet Sjahranie: Ditimpuk Batu Saat Manggung
Tribunnews/Irwan Rismawan
News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra (kiri) bersama Gitaris Band Edane, Eet Sjahranie usai wawancara khusus di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Itu tuh. Banyak sih sekarang-sekarang ini, misalnya ya yang penontonnya dari dalam mobil, ada yang main di dalam bola masing-masing orangnya. Ya apapun yang bisa dilakuin ya. Karena kan pada dasarnya kita tampil itu real, tidak ada hal-hal kayak gitu. Harus pakai tirai mungkin.

Dalam masa pandemi ini kehidupan yang berubah?

Kegiatan ke luar, nge-band virtual. Dengan sendirinya terbatas. Kalau mau beli perangkat musik ke toko musik harus hati-hati karena tidak semua buka. Kalau latihan tidak terlalu karena kan private. Setelah selesai, ke luar pakai masker. Studionya ya disinfektan. Ya pasti berubah.

Sekarang alhamdulillahnya bisa tidur lebih normal. Kalau sebelum-sebelumnya relatif tidak terlalu normal. Bisa kadang abis subuh, kadang jam 3 pagi. Kalau sekarang jam 10, jam 11, sudah tidur.Kalau saya kebiasaan pakai bawang putih dan madu. Itu kebiasaan dari dulu. Bawang putih mentah dan diminum madu. Untuk melancarkan sirkulasi darah. Dan itu kan antibiotik jatuhnya. Rata-rata keluarga begitu juga.

Ekonomi rumah tangga Anda berubah saat pandemi?

Pasti berubah. Cuma ya Alhamdulillahnya so far ada saja.

Anda endorse produk tertentu?

Gitar. Di awal kesepakatan saya membawa gitar itu kalau saya perform. Katakanlah misal tampil pameran gitar. Saya pakai gitar itu secara rekaman dan live. Paling endorse kaos merchandise EdanE sendiri. Jadi kita kerjasama dengan Do Freaks. Itu yang mengelola merchandise kita.

Komunitas penggemar EdanE?

Ada kita punya yang kita sebut EdanE Freaks, tapi itu kebuka untuk umum. Kita berkomunikasi lewat sosmed. Tidak rutin bertemu secara fisik. Biasanya kalau manggung mereka hadir. Komunitas penting banget. Itu salah satu yang paling nyata, gambaran ke kita seberapa banyak orang yang mengapresiasi musik kita. Itu untuk banyak hal. Jadi penting sekali. Itu buat semangat kita, katakanlah ada fans yang menunggu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
Berita Populer

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas