Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kenapa Bisa Terjadi Kembar Siam? Ketahui Cara Mencegahnya

Bayi kembar siam di Indonesia terjadi dalam satu banding 200.000 dari bayi yang lahir.

Kenapa Bisa Terjadi Kembar Siam? Ketahui Cara Mencegahnya
JGI
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bayi kembar siam di Indonesia terjadi dalam satu banding 200.000 dari bayi yang lahir.

Hal ini diungkapkan oleh Dr dr Johanes Edy Siswanto, Sp. A. Jadi, dari dua juta kelahiran di Indonesia, sekitar seribu alami kembar Siam.

"Namun untuk survive ketika lahir hanya 40%. Sedangkan yang bisa hidup adalah 5-25%. Atau dua puluh hingga 100 orang," katanya pada siaran Radio Kesehatan, Jumat (16/4/2021).

Sampai saat ini, belum ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan bayi dapat kembar siam. Hanya saja menurut dr Johanes, ada beberapa hal yang bisa menjadi pencetus. Di antaranya seperti faktor genetik atau keturunan. 

Baca juga: Gejala yang Dialami Ibu Ketika Hamil Kembar Siam

Riwayat keluarga dari ibu yang memiliki kasus kembar siam dapat membuka peluang anak dalam kandungan mengalami hal yang serupa.

Selain itu, ada hal lain yang turut memengaruhi bayi terlahir kembar Siam.

Yaitu saat sang ibu memiliki estrogen atau sel telur lebih tinggi. Biasanya dapat dipicu juga karena konsumsi obat penyubur sebelum kehamilan.

Faktor ini menyebabkan terjadinya bayi mengalami kembar.

"Kemudian juga ada satu kemungkinan dimana adanya teknologi  reproduksi terbantukan. Teknologi ini dapat membantu program tidak hanya satu, dua atau tiga bayi," katanya lagi.

Namun terkadang tidak hanya berdampak pada bayi kembar siam, faktor prematur juga dapat terjadi. Selain itu tinggi dan tubuh pada bayi juga akan lebih kecil.

Oleh karenanya, meski belum spesifik, dr Johanes memberikan beberapa saran untuk mencegah terjadinya kembar Siam. Di antaranya menghindari konsumsi obat penyubur.

Kemudian, menjaga kesehatan selama kehamilan dan terakhir memenuhi nutrisi selama masa kehamilan.

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas