Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

PROFIL Mark Sungkar, Awali Karier Jadi Aktor dan Sutradara, Kini Berstatus Tahanan Kota

Berikut profil Mark Sungkar pesohor tanah air sekaligus ayah dari aktris Zaskia dan Shireen Sungkar yang kini terjerat perkara korupsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Triyo Handoko
zoom-in PROFIL Mark Sungkar, Awali Karier Jadi Aktor dan Sutradara, Kini Berstatus Tahanan Kota
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Mark Sungkar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021). 

Perjalanan Karier 

Mark dikenal sebagai seorang bintang sinetron dan layar lebar sekaligus sutradara.

Ia pernah sempat kuliah di Akademi Theater Amsterdam.

Mark pertama kali terjun ke dunia akting melalui teater.

Sebelum terjun ke dunia hiburan, Mark adalah pedagang dan pemborong bangunan.

Sejak 1968 Mark telah aktif bermain teater, kala itu teater pimpinan Arifin C Noer.

Mark mulai merambah dunia televisi dan layar lebar pada 1970.

Rekomendasi Untuk Anda

Keseriusannya dalam belajar akting dibuktikan dengan tekadnya menuntut ilmu di Akademi Theater Amsterdam, Belanda (1975-1979)

Selain itu, pada International School for Musical Entertainment Hilversum, Belanda (1977-1980).

Mark juga bergabung dengan Nederlandse Operette Vereniging Amsterdam (1976-1977) dan Delfero Talent Pedagog Amsterdam (1976-1978).

Pada 8-9 juni 2007, Mark Sungkar bermain dalam pementasan teater Abang Thamrin Dari Betawi karya Asrul Sani bersama Sanggar Pelakon pimpinan Mutiara Sani di Graha Bhakti Budaya, TIM.

Dalam pementasan tersebut Mark berperan sebagai Fruin, orang Belanda yang menentang kebijakan-kebijakan MH. Thamrin.

Tak mau menggeluti satu bidang saja, Mark mencoba bidang tarik suara dan sempat mengeluarkan beberapa single.

Beberapa singgle yang dikeluarkan Mark di antaranya adalah She Believe In Me (1979),Hution Mind (1980), Bunga-Bunga Cinta (1985), dan Kaki Limo (1989).

Mark juga pernah mewakili Indonesia dalam Asean Concert di Brunei Darussalam (1984) dan Bangkok (1985), serta International Song Festival di Chile (1986) dan April Spring Festival di Pyong Yang (1987).

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas