Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sempat Didiagnosis Sakit Autoimun, Cita Citata Rutin Terapi, Bahkan Berobat ke Luar Negeri

Penyakit dapat kambuh apabila Cita Citata merasa kelelahan lalu timbul bercak-bercak kemerahan di area kulit.

Sempat Didiagnosis Sakit Autoimun, Cita Citata Rutin Terapi, Bahkan Berobat ke Luar Negeri
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Cita Citata ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi dangdut Cita Citata pernah didiagnosis menderita penyakit autoimun.

Diagnosis itu sudah cukup lama. Namun, saat itu ia benar-benar terkejut.

"Kemarin sempat ada diagnosis autoimun," katanya saat ditemui di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021) malam.

Sejak didiagnosis, Cita Citata rutin menjalani terapi.

"Terapi setahun ini sambil terapi di akupuntur segala macam," sambungnya.

Bukan hanya menjalani terapi, ia juga sempat untuk berobat ke negara tetangga Singapura dan Malaysia guna menyembuhkan penyakitnya autoimunnya tersebut. 

Baca juga: Cita Citata Ditagih  Cucu Saat Mudik, Rasanya Seperti Dapat Pertanyaan Horor, Mending Tanya THR

"Udah pernah berobat ke Singapura ke Malaysia dan ngomongnya itu alergi, pas cek darah putih terlalu banyak ternyata," kata pelantun lagu Sakitnya Tuh Disini.

Cita Citata saat ditemui di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021).
Cita Citata saat ditemui di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021). (TRIBUNNEWS.COM/Fauzi Nur Alamsyah)

Ia juga mengakui jika penyakitnya itu sudah lama berada di dalam tubuhnya. Konon penyebabnya karena terlalu banyak mengkonsumsi suplemen vitamin berbahan kimia.

"Sebenarnya itu sudah lama kata dokter, aku terlalu banyak minum vitamin, jadi vitamin sama suntik itu mengakibatkan sel darah putih terlalu banyak, enggak bagus, malah terlalu bahaya," ungkapnya kepada awak media.

Penyakit autoimunnya tersebut dapat kambuh apabila ia merasa kelelahan lalu timbul bercak-bercak kemerahan di area kulit.

"Iya kadang kalau kecapean itu langsung merah-merah," ucapnya

"Kalau aku merah-merah di pipi di mana aja, kalau seringnliat aku lagi merah-merah itu slaah satu gejala autoimun kaya alergi," imbuhnya.

Namun, kondisinya saat ini kian membaik karena ia telah mengurangi konsumsi vitamin berbahan kimia dan menggantinya dengan vitamin herbsl

"Kondisi saat membaik, ya karena aku ngurangin minum vitamin kimia aku minumnya herbal," tutupnya.

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas