Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pandji Pragiwaksono Sempat Tak Percaya Tuhan, Momen Ini yang Mengembalikan Imannya

Pandji Pragiwaksono seorang komika sukses. Namun, ia merasa apa yang sudah dicapainya saat ini karena anugerah Tuhan.

Pandji Pragiwaksono Sempat Tak Percaya Tuhan, Momen Ini yang Mengembalikan Imannya
Tribunnews/Herudin
Komika Pandji Pragiwaksono berpose saat wawancara secara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Senin (10/8/2020). Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandji Pragiwaksono seorang komika sukses. Namun, ia merasa apa yang sudah dicapainya saat ini karena anugerah Tuhan.

Namun, siapa sangka Pandji Pragiwaksono dulu pernah tidak percaya keberadaan Tuhan atau beken disebut ateis.

Ketidakpercayaannya terhadap Tuhan bukan karena dilandasi kebencian, melainkan pengaruh dari tokoh idolanya.

"Gue sih sebelumnya sempat enggak percaya sama Tuhan. Tapi saat itu idola gua enggak percaya Tuhan. Dia bukan superstar, tapi teman gua satu komplek," ungkapnya pada kanal YouTube Daniel Mananta, Kamis (10/6/2021). 

Baca juga: Berada pada Keluarga Broken Home, Begini Cara Pandji Pragiwaksono Lewati Masa Sulit

Awalnya Pandji mengenal teman yang dia idolakan ini karena satu tim dalam permainan bola basket.

Walau beda sekolah, mereka akrab dan sering berdiskusi.

Pandji kala itu masih SMP. Sedangkan temannya itu sudah SMA.

"Terus kita ngomong panjang lebar terus dia cerita kalau gak percaya sama Tuhan. Terus gue akhirnya berteman sama dia dan tidak percaya juga pada Tuhan. Tapi gue gak bilang," katanya lagi. 

Hal itu terus berlangsung hingga dirinya masuk kuliah. Pada akhirnya, Pandji mulai mempercayai Tuhan ketika sang Ayah mengunjungi dirinya dan membawa sebuah buku. 

Buku tersebut ditulis oleh Quraish Shihab judulnya Mukjizat Al-Quran.

Saat membaca buku itu, ia kembali merasakan keberadaan Tuhan. Sejak saat itu, ia tidak memungkiri jika keberadaan Allah itu ada.

"Jadi semua yang gue pertanyakan sejak SMP sampai SMA, itu terjawab di situ," 

Ia merasa Tuhan selalu melihat segala pergerakannya.

Dari hati paling dalam, ia ingin lebih baik sebagai orang yang beragama, yaitu meningkatkan keimanan dan amal ibadah. 

Ikuti kami di
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas