Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jadi Jawara All Together Now Italia 2020, Cahayadi Eki Kam Awali Karier Bermusik dari Pengamen

Di balik kesuksesannya jadi juara All Together Now Italia 2020, jejak karier Cahyadi Eki Kam dimulai dari bawah. Jadi pengamen pun pernah dilakoninya

Jadi Jawara All Together Now Italia 2020, Cahayadi Eki Kam Awali Karier Bermusik dari Pengamen
Youtube Happy Didan
Cahayadi Kam, pengamen asal Indonesia, jadi juara di kontes nyanyi di Italia bertajuk All Together Now 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di balik kesuksesannya jadi juara All Together Now Italia 2020, jejak karier Cahayadi Eki Kam dimulai dari bawah. Jadi pengamen pun pernah dilakoninya

Lahir di Jakarta pada 24 November tahun 1986. Eki mengaku lahir dan besar di sebuah gang di Jatinegara, Jakarta Timur.

"Aku anak gang, tinggal di gang. Besar dan lahir di gang kecil di Jatinegara. Saya besar di sana," tutur Eki saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Senin (14/6).

Eki sudah tak memiliki ibu saat masih remaja, tepatnya saat dia berusia 12 tahun.

Baca juga: Cahayadi Eki Kam Jadi Jawara Kontes Nyanyi di Italia, Sebelumnya Mengaku Sempat Pesimis

Baca juga: Juara Kontes dan Nyanyi Pakai Bahasa Italia, Cahayadi Kam Ungkap Kesulitannya: Pusing Sekali

Selepas kepergian ibundanya, Eki lantas hidup dan dibesarkan oleh kakak kandungnya.

Bakat menyanyi Eki telah terlihat sejak dia masih kecil. Saat masih kecil, Eki telah mengikuti banyak sekali lomba menyanyi.

"Dan kebetulan juara terus. Dan akhirnya papa aku juga nyuruh sekolah musik. Sekolah vokal," kenang Eki.

Diskusi virtual Cahayadi Eki Kam bersama Tribunnews, bertajuk 'Nama Indonesia Harum di Italia', Senin (14/6/2021)
Diskusi virtual Cahayadi Eki Kam bersama Tribunnews, bertajuk 'Nama Indonesia Harum di Italia', Senin (14/6/2021) (tangkapan layar)

Eki mulai suka menyanyi saat dirinya banyak menghabiskan waktu bersama seorang sepupunya.

Sepupu Eki memiliki mesin karoke, dan mereka kala itu sering menghabiskan waktu dengan bernyanyi bersama.

"Kebetulan saya dapat ilham untuk bernyanyi dari sepupu saya. Sepupu saya di rumahnya punya mesin karoke, karena saya itu dari keluarga kurang mampu. Jadi saya tidak punya TV, tidak punya mesin karoke. Karena sepupu aku punya, aku ke situ setiap hari nonton mereka karoke," jelas Eki.

Halaman
1234
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas