Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berkesenian Tak Boleh Berhenti karena Pandemi, Rusdy Rukmarata Manfaatkan Ruang Virtual

Seni pertunjukan mengalami pukulan telak sejak pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia.

Berkesenian Tak Boleh Berhenti karena Pandemi, Rusdy Rukmarata Manfaatkan Ruang Virtual
dok pribadi
Rusdy Rukmarata, penari sekaligus koreografer dan direktur artistik EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) Dance Company. 

TRIBUNNEWS.COM - Seni pertunjukan mengalami pukulan telak sejak pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia.

Pementasan seni yang mengundang penonton dihentikan. Karenanya, gedung pertunjukan serta tempat pentas lain terpaksa tutup. 

Namun, Rusdy Rukmarata, koreografer dan direktur artistik EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) Dance Company, meyakini bersenian tak boleh mati dalam kondisi apapun. 

Kuncinya, menurut dia, adalah beradaptasi dengan menjelajah ruang virtual di dunia internet. 

Terkait dengan itu, Fakultas Film dan Televisi IKJ (Institut Kesenian Jakarta) mengundang Rusdy menjadi dosen tamu.

Ia menyampaikan materi “Surfing along the way of time” atau bagaimana terus-menerus membuat adaptasi menyiasati berbagai tantangan yang ada, termasuk saat pandemi.

Baca juga: Pameran di Yogyakarta Tampilkan KD dan Pertunjukan Budaya, Hasto: Yogya Memang Spesial

“Kolaborasi, juga jadi kunci yang dibutuhkan seni untuk dapat beradaptasi dalam situasi seperti apa pun,” kata Rusdy.

Sekitar 25 tahun lalu, sebelum EKI Dance Company terbentuk, setiap kali menggelar produksi pertunjukan, Rusdy dan penari lain dipusingkan oleh urusan jadwal, karena penari yang tergabung dalam produksinya juga sedang terlibat di produksi lain.

Proses latihan jadi tidak maksimal dan tidak jarang harus batal karena penari yang tergabung dalam  produksi tidak banyak jumlahnya.

Untuk mengatasi hal ini, Rusdy putar otak, tenaga dan dana, untuk kemudian merekrut sejumlah remaja yang bisa jadi tidak memiliki bakat seni yang baik.

Penari -50-4
Para penari berlatih di bawah arahan koreografer Rusdy Rukmarata.
Halaman
123
Penulis: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas