Tribun Seleb

Hubungan Asmara dan Urusan Pekerjaan Ariel Tatum Terbengkalai Akibat Borderline Personality Disorder

Ariel Tatum mengaku sejak remaja dirinya mengalami masalah kesehatan mental yaitu Borderline Personality Disorder (BPD).

Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Anita K Wardhani
Hubungan Asmara dan Urusan Pekerjaan Ariel Tatum Terbengkalai Akibat Borderline Personality Disorder
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bintang film 'Sepeda Presiden', Ariel Tatum berpose usai konferensi pers jelang syuting film 'Sepeda Presiden', di Jakarta, Selasa (28/9/2021). Film 'Sepeda Presiden' yang diproduksi oleh Radepa Studio dan disutradarai oleh Garin Nugroho mengangkat cerita tentang impian kebanyakan anak-anak Indonesia untuk bisa memiliki kebahagiaan yang sama dimiliki oleh saudara-saudara lainnya yang memiliki kelimpahan informasi dan segala kemudahan yang dinikmati oleh anak-anak metropolitan dengan mengambil lokasi syuting di Raja Ampat, Papua. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mohammad Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ariel Tatum mengaku sejak remaja dirinya mengalami masalah kesehatan mental yaitu Borderline Personality Disorder (BPD).

Hal tersebut sempat ia posting di laman Instagramnya yang kemudian dibahasnya kembali saat menjadi bintang tamu di Tonight Show, belum lama ini.

"Jadi singkatnya itu proses waktu kita masuk ke remaja lagi puber, itukan kita ngerasa yang namanya moody, bingung, krisis identitas, seperti itu cuma di 100 kali lipatkan," kata Ariel Tatum, dikutip Tribunnews, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Tak Betah Jomblo Lama, Anya Geraldine Putuskan ke Psikolog & Alami Borderline Personality Disorder

Baca juga: Kembalinya Pegawai Eks KPK ke Polri Boleh Jadi akan Terhalang oleh Beban Mental

Gangguan ini menyebabkan dia moody, bingung, dan krisis identitas dengan skala berkali lipat dibandingkan dengan orang biasa.

Gara-gara BPD, dia juga memiliki hubungan percintaan dan pekerjaan yang buruk.

"Hubungan percintaan ku, pekerjaan ku juga seringkali aku sembarangin. Krisis identitas sih yang paling terasa,” ujar wanita kelahiran 1996 ini.

Untungnya saat ini penyakitnya itu tidak lagi mengendalikan hidupnya.

“Gue umur 13 tahun seek help, dan sejak itu better, better, better, tapi nggak sekali udah membaik lalu nggak pernah kambuh. Itu sesuatu yang harus di-maintain sampai gue mati,” ujar bintang film 'Selesai'.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, saat ini dirinya tengah fokus untuk menjadi kepribadian yang lebih baik, khususnya soal penyakit mental yang pernah diidapnya.

Ia juga tak ingin calon kekasihnya harus terlibat pada kesehatan mentalnya.

"Gua lebih fokus ke jadi kpribadian yang baik jadi kalo orang dateng ya hubungannya saling jalan berdampingan gitu, gua gamau orang kesulitan untuk mengisi sesuatu," jelasnya.

Sementara itu, di laman Instagramnya, Ariel juga aktif melakukan kampanye tentang kesehatan mental dengan hashtag yang konsisten sejak awal, #letsendtheshame.

Menurut dia hal pertama yang sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan mental adalah menyingkirkan rasa malu untuk berobat ke psikiater atau psikolog.

“Karena kebanyakan di sini masih kayak, the idea untuk datang ke psikiater apa sih, emang gue orang gila? Padahal semua orang baik mau orang gila atau nggak gila kita butuh bantuan profesional yang netral,” tandasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas