Tribun Seleb

Peran Gizi dalam Pencegahan Hipertensi dan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia

Peningkatan selera makan membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Peran Gizi dalam Pencegahan Hipertensi dan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia
Shutterstock
Ilustrasi lansia melakukan olahraga. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEEWS.COM, YOGYAKARYA - Peningkatan selera makan membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lanjut usia (lansia).

Dr Toto Sudargo MKes, Dosen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengatakan, menjadi tua adalah pasti, tetapi sehat di usia tua adalah pilihan dan gizi menjadi bagian dari proses kesehatan dari lansia.

"Study Elderly Project yang dilakukan bersama Ajinomoto ini menunjukkan bahwa setelah diberikan program pemberian makan pada lansia dan pendidikan gizi mampu menurunkan secara signifikan pada kadar gula darah," kata Toto Sudargo saat webinar “Peran Gizi dan Umami dalam Pencegahan Hipertensi dan Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Yogyakarta.

Baca juga: Penjelasan Ahli Gizi Tentang Kandungan Residu Pestisida pada Mi Instan

Webinar ini kelanjutan dari penelitian Elderly Project oleh Ajinomoto dan   tim peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang dikepalai oleh Dr. Toto Sudargo, M.Kes. “Elderly Project” dilakukan pada Oktober 2021 – Januari 2022, dengan metode purposive sampling, yang lokasi penelitiannya dilakukan di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur – Yogyakarta.

Studi bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, serta pendidikan gizi dapat meningkatkan status gizi lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidupnya.

Hal itu ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik, yakni sebesar 52.9 persen turun menjadi 23.5% serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14.7% naik menjadi 47.1%.

"Pendidikan gizi tentang pentingnya menjaga pola makan seperti mengurangi makanan manis mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Signifikansi kenaikan asupan protein terjadi pada kedua kelompok lansia pria dan wanita," kata Toto.

Penelitian juga menunjukkan menu rendah garam dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure).

Endang Patmintarsih, SH, MSi, Kepala Dinas Sosial DIY mengatakan, seiring penambahan usia, lansia memiliki kemunduran, terutama dari sisi kesehatannya namun berapapun usia seseorang, gizi yang baik diperlukan untuk tumbuh sehat.

"Orang yang lanjut usia cenderung mengalami penurunan pada kepekaan indra perasa, sehingga kerap kehilanggan selera makan," katanya.

Buruknya, kata dia karena kurangnya kepekaan indra perasa, garam cenderung ditambahkan pada makanan.

Baca juga: Lansia Rentan Alami Kanker Darah, Jangan Tunda ke Faskes Jika Alami Pendarahan

"Padahal garam adalah komponen yang perlu dibatasi terutama untuk mereka yang berusia lanjut”. Selain pola makan yang tidak sehat, kurang serat, dan tinggi lemak, garam menjadi salah satu pemicu hipertensi," katanya.

Salah satu faktor penyebab hipertensi yang tak bisa dikendalikan adalah bertambahnya usia. Faktor usia memang bisa jadi penyebab hipertensi pada lansia namun, bukan berarti masalah kesehatan ini tidak bisa dicegah.

Mengganti dan memperbaiki asupan makanan dengan makanan yang bergizi seimbang menjadi salah satu caranya.

"Turunnya nafsu makan pada lansia menjadi tantangan tersendiri, karena seiring bertambahnya usia lansia mengalami penurunan nafsu makan. Selain itu, konsumsi makanan yang tidak sehat  dengan mengonsumsi gula, natrium, lemak berlebih menjadi masalah gizi lainnya dari lansia," katanya.

Webinar kali ini juga dilengkapi dengan pemaparan mengenai Tetap Bugar Saat Lanjut Usia  dari Dr.dr. Probosaseno, SpPD-KGer, FINASIM, SE, MM – Geriatrician di RSUP Dr Sardjito dan Dosen Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK KMK UGM Yogyakarta.

Sependapat dengan Dr Probosaseno,  Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp.,S.Pd.,M.Kes, mengatakan untuk menjadi lansia yang sehat, bahagia dan kuat dibutuhkan beberapa hal  yakni pemenuhan kesehatan dasar, pemenuhan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosio kultural dan dukungan dari keluarga berupa dukungan emosional, dukungan penilaian,  dukungan instrumental dan dukungan informasional.

Grant Senjaya – Head of Public Relations Department PT Ajinomoto pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa pada usia lanjutpun masyarakat sangat bisa tetap meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup sehat, dengan cara menjaga asupan makanan bergizi seimbang dan juga mengurangi asupan gula, garam, dan lemak.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas