Tribun Seleb

Masih Ada Anggapan Kesehatan Mental Tak Sepenting Kesehatan Fisik

Padahal, seseorang tidak bisa dikatakan sehat apabila mentalnya tidak sehat.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Masih Ada Anggapan Kesehatan Mental Tak Sepenting Kesehatan Fisik
Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto
Itsna Iftayani S.Pd.i, M.A dosen Psikologi Universitas Muhamadiah Purworejo mengatakan, banyak riset yang menyebutkan bahwa coklat itu mampu mengatasi stress, meningkatkan mood yang kemudian mendukung beberapa hal terkait kondisi psikologis, sehingga dapat membantu diri kita untuk merasa bahagia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belakangan ini isu kesehatan mental terutama di kalangan anak muda semakin menguat.

Meski sudah banyak yang aware mengenai kesehatan mental, masih ada juga yang mengesampingkan dan menganggap kesehatan mental tidak sepenting kesehatan fisik.

Alhasil, kesehatan mental yang seharusnya disembuhkan justru semakin parah karena ketidaktahuannya dan kurangnya rasa peduli terhadap diri sendiri.

Belum lagi, lingkungan yang tidak mendukung akan membuat seseorang yang punya permasalahan mental lebih sulit untuk bercerita.

Psikolog Praditha Artha Incentia dari Sinergi Purworejo mengatakan, seseorang tidak bisa dikatakan sehat saat mentalnya tidak sehat.

“Jadi ketika bilang kita itu sehat, itu tidak hanya soal fisik aja tapi juga harus dari dalam diri. Mental kita juga harus sehat,” ujarnya saat talkshow dengan tema You Matter Start Now di Wonogiri, Jawa Tengah belum lama ini.

Baca juga: Termasuk Gangguan Kesehatan Mental, Apa Itu Kleptomania? Ini Gejalanya

Ditegaskan, menjaga kesehatan mental supaya tetap ‘waras’ ini tak kalah penting dengan kesehatan fisik.

"Kesehatan mental bisa memengaruhi aktivitas harian hingga produktivitas seseorang," katanya.

Saat ini Banyak anak muda yang kebingungan ketika mengalami permasalahan mental.

Alih-alih mencari pertolongan, tak jarang yang terjerumus ke jalan yang salah.

Ironisnya tak sedikit yang sampai melukai diri sendiri untuk menutup luka lain yang dimiliki.

Itsna Iftayani S.Pd.i, M.A dosen Psikologi Universitas Muhamadiah Purworejo mengatakan, banyak riset yang menyebutkan bahwa coklat itu mampu mengatasi stress, meningkatkan mood yang kemudian mendukung beberapa hal terkait kondisi psikologis, sehingga dapat membantu diri kita untuk merasa bahagia.

'Yang bisa membangkitkan mental yang baik dan sehat itu, semuanya berasal dari dalam diri kita, termasuk dengan potensi yang ada pada diri kita sendiri,” kata Itsna.

Berangkat dari hal itu, Lokita Indonesia, brand minuman kekinian karya anak bangsa menggelar kampanye yang menyoroti kesehatan mental dan melalui kampanye ‘Mental Sehat Itu Penting’ Lokita mengajak seluruh anak muda hingga dewasa untuk bergabung.

Lokita sendiri merupakan bisnis di bidang F&B (minuman) dengan sistem kemitraan yang memiliki hampir 300 outlet tersebar di seluruh Indonesia.

“Berawal dari banyaknya DM yang masuk ke IG @Lokita.Indonesia dan mereka bercerita, ada yang pernah mengalami pelecehan seksual, bullying, insecure, tidak percaya diri hingga merasa dibedakan dalam keluarga. Ironisnya ada yang sampai overthinking dan melukai salah satu di anggota tubuhnya. Ini yang membuat Lokita dan team ingin menyuarakan soal kesehatan mental,” kata Nury Pujiati Asturik Owner Lokita.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas