Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Celine Dion Ungkap Idap Sindrom Neurologis Langka hingga Tunda Jadwal Tur Eropa

Celine Dion menunda beberapa jadwal tur Eropanya karena didiagnosis memiliki kelainan neurologis langka yang tidak memungkinkannya bernyanyi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: bunga pradipta p
zoom-in Celine Dion Ungkap Idap Sindrom Neurologis Langka hingga Tunda Jadwal Tur Eropa
IG celinedion
Cuplikan video Celine Dion saat mengaku menderita Stiff Person Syndrome yang menyebabkan pita suaranya tak bisa digunakan untuk menyanyi secara maksimal, Kamis (8/12/2022). - Celine Dion menunda beberapa jadwal tur Eropanya karena didiagnosis memiliki kelainan neurologis langka yang tidak memungkinkannya bernyanyi. 

Apa saja gejala Stiff Person Syndrome?

Sindrom orang kaku seringkali diawali dengan kekakuan pada batang tubuh dan perut.

Kekauan kemudian dapat menyebar ke kaki, lengan, dan wajah, kata Dr. Tankha.

Pada awalnya, penurunan mobilitas ini mungkin jarang terjadi.

Namun lama kelamaan bisa menjadi konstan, menyebabkan orang berjalan sedikit membungkuk atau kehilangan kemampuan untuk berjalan sama sekali.

Orang juga bisa mengalami kejang otot yang menyakitkan atau sakit terus menerus.

Durasi kejang bisa berkisar dari detik hingga berjam-jam, kata Dr. Tankha.

Baca juga: Mengenal Sindrom Asperger seperti di Serial Somebody: Gangguan Spektrum Autisme

Rekomendasi Untuk Anda

Intensitas kejang juga bisa sangat parah hingga mematahkan tulang atau menyebabkan pasien jatuh.

Kejang otot dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan, seperti suara keras, suhu dingin, dan tekanan emosional, kata Dr. Newsome.

Kehadiran rasa sakit kronis juga dapat menyebabkan beberapa pasien memiliki kecemasan, depresi, dan fobia pergi keluar atau mencoba aktivitas baru.

Bagaimana Stiff Person Syndrome didiagnosis?

Mendiagnosis Stiff Person Syndrome membutuhkan kombinasi alat, kata Dr. Nowak.

Karena sangat jarang, Stiff Person Syndrome biasanya didiagnosis dengan terlebih dahulu mengesampingkan kondisi lain yang lebih umum.

Penyedia layanan kesehatan kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, melakukan pemeriksaan darah, mengevaluasi kekakuan otot, melakukan MRI dan tes pencitraan lainnya, serta memberikan keran tulang belakang.

Penting untuk diingat bahwa meskipun ada gejala umum yang dapat dikaitkan dengan Stiff Person Syndrome, kondisinya sangat jarang, kata Dr. Nowak.

“Setiap pegal-pegal belum tentu Stiff Person Syndrome,” katanya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani/Tiara)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas