Konflik dengan Andrew Andika Memanas, Tengku Dewi Nangis Pikirkan Anak: Berat Banget
Tengku Dewi menangis mengingat anak di tengah permasalahannya dengan Andrew Andika. Singgung soal mental hingga perjuangannya sebagai ibu tunggal.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Hampir satu tahun bercerai, Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika masih terlibat konflik soal nafkah hingga pola asuh.
- Di tengah permasalahannya dengan Andrew, Tengku Dewi menangis mengingat perjuangannya untuk anak.
- Tegaskan tak pernah jadikan anak untuk pansos.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Tengku Dewi Putri dan sang mantan suami, Andrew Andika belum juga berakhir.
Hampir satu tahun bercerai, Tengku Dewi dan Andrew Andika masih terlibat konflik.
Andrew dan Dewi sapaan akrabnya, resmi cerai pada 18 Desember 2024 setelah Pengadilan Agama (PA) Cibinong mengabulkan gugatan cerai aktris asal Medan, Sumatera Utara itu.
Dalam putusan cerai mereka, hak asuh anak jatuh ke tangan Tengku Dewi.
Sementara Andrew diwajibkan membayar nafkah untuk anak-anaknya sebesar Rp20 juta setiap bulannya.
Setelah berpisah, Dewi beberapa kali mengeluhkan nafkah dari aktor berusia 38 tahun itu.
Sementara Andrew juga baru-baru ini memprotes pola asuh Dewi terhadap kedua anaknya.
Dewi dan pemain sinetron Cinta Fitri itu hingga terlibat saling sindir di media sosial.
Di tengah permasalahannya dengan Andrew, Dewi menangis mengingat perjuangannya untuk kedua buah hati.
Pemilik nama lengkap Tengku Dewi Sylvia Putri Siregar itu mengaku bertahan sampai detik ini demi anak.
"Nggak ada yang tahu kita itu berusaha tegar karena kalau kita lemah, anak-anak kita gimana."
Baca juga: Andrew Andika Ogah Beri Nafkah Anak dalam Bentuk Uang, Singgung Biaya Sekolah dan Kebutuhan Harian
"Kalau kita nggak berusaha untuk bisa survive, anak-anak cuma punya kita lho," kata Dewi, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (21/10/2025).
Kini menjadi orang tua tunggal, Dewi berusaha menjaga kesehatan mentalnya.
"Kalau kita nggak benar-benar kuat, kita nggak benar-benar fight, ya mereka cuma punya kita."
"Dan mental kita itu nomor satu harus dijaga banget," ungkapnya.
Baca tanpa iklan