Jerome Polin Ungkap Alasan Mendiang sang Ayah Dikremasi: dari Dulu Selalu Request
Jerome Polin mengungkap alasan mendiang ayahnya, Marojahan Sintong Sijabat dikremasi setelah meninggal pada Kamis (30/10/2025) lalu.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Ayah Jerome Polin, Marojahan Sintong Sijabat meninggal dunia pada Kamis (30/10/2025) lalu.
- Marojahan Sintong Sijabat mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya.
- Jenazah Marojahan Sintong Sijabat dikremasi pada Senin (3/11/2025) di Krematorium Grand Heaven Surabaya lantai 5.
TRIBUNNEWS.COM - Rasa duka masih menyelimuti YouTuber sekaligus influencer Jerome Polin.
Ayah Jerome Polin, Marojahan Sintong Sijabat dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/10/2025) lalu.
Marojahan Sintong Sijabat meninggal dunia pada usia 58 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Marojahan Sintong Sijabat disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, Jawa Timur.
Jerome Polin dan keluarga telah menjalankan ibadah penghiburan bagi almarhum pada Sabtu dan Minggu (1-2/11/2025) kemarin.
Selanjutnya, ibadah tutup peti almarhum Marojahan Sintong Sijabat dilaksanakan pada Senin (3/11/2025) pagi.
Jenazah Marojahan Sintong Sijabat lalu akan dikremasi di hari yang sama pukul 11.00 WIB di Krematorium Grand Heaven Surabaya lantai 5.
Sebelum ibadah tutup peti, Jerome Polin sempat membagikan potret dirinya disamping jenazah ayahnya.
YouTuber 27 tahun itu mengungkap kesedihannya bakal melepas jenazah Marojahan Sintong Sijabat untuk dikremasi.
Jerome Polin pun mengungkap alasan mendiang sang ayah dikremasi.
Baca juga: Duka Kehilangan sang Ayah, Jerome Polin Menangis Tersedu-sedu: Kenapa Harus Secepat Ini
Rupanya, Marojahan Sintong Sijabat sudah sejak lama mengungkapkan keinginannya untuk dikremasi ketika meninggal dunia.
Bukan tanpa alasan, Jerome mengatakan ayahnya ingin dikremasi agar selalu diingat dalam benak keluarganya.
Jerome pun tak menyangka kini harus mewujudkan keinginan ayahnya itu.
"Besok pagi adalah terakhir kalinya bersama Papa secara fisik, Pa."