Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Fatima Bosch Sandang Miss Universe 2025, Semasa Sekolah Pernah Jadi Korban Bullying

Fatima Bosch dideskripsikan sebagai seorang bintang yang telah lahir. Keanggunan, kekuatan, dan semangatnya memikat hati dunia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Fatima Bosch Sandang Miss Universe 2025, Semasa Sekolah  Pernah Jadi Korban Bullying
Tangkapan layar dari YouTube Miss Universe
PEMENANG MISS UNIVERSE - Miss Meksiko, Fatima Bosch, menjadi pemenang dalam ajang Miss Universe 2025 di Thailand, Jumat (21/11/2025). Dia sempat menjadi perbincangan publik setelah memutuskan walk out imbas dituding 'bodoh' oleh Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, pada 4 Noveember 2025 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Fatima Bosch dinobatkan sebagai Miss Universe 2025 setelah melewati drama kontroversial yang sepekan lalu menjadi sorotan dunia.

Pengumuman wanita berkebangsaan Meksiko sebagai Ratu Sejagad diumumkan melalui akun instagram @missuniverse, Jumat (21/11/2025).

Ia dideskripsikan sebagai seorang bintang yang telah lahir. Keanggunan, kekuatan, dan semangatnya memikat hati dunia. Penobatannya disambut penuh sukacita.

"Semesta bersinar lebih terang dengan kepemimpinannya," demikian tulis akun tersebut.  

Baca juga: PARADE FOTO Nadeen Ayoub Wakili Palestina di Kontes Miss Universe 2025 dengan Busana Memukau

Pada potongan video postingan tersebut, Bosch tampak terharu. Ia berjalan dengan mata berkaca-kaca. Peserta lain dan tamu undangan bertepuk tangan menyambutnya sebagai Miss Universe 2025

Bosch dikenal tegas dan punya prinsip. Sikap tersebut dia tunjukkan dalam acara pra-peagent sepekan lalu.

Saat itu suasana tegang. Direktur dari Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, murka. Bosch dianggap tidak aktif terlibat mempromosikan Thailand, sebagai negara penyelenggara Miss Universe, di akun media sosialnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Nawat tanpa pikir panjang menyebut Fatima "dumphead" yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai "orang bodoh".

Bosch bersikap tegas. Ia menyebut Nawat tak menghormatinya sebagai wanita dan meminta mereka menunjukkan rasa hormat.

"Saya di sini mewakili sebuah negara," tegas Bosch yang kemudian berdiri dan keluar dari ruangan, seperti dikutip Preview.

Kontestan lain mengikuti Bosch ke luar ruangan sebagai bentuk solidaritas.

Nampaknya Bosch bukan kali pertama menghadapi bullying atau perundungan, seperti yang dilakukan Nawat terhadapnya.

Saat duduk di bangku sekolah, Bosch didiagnosis mengidap ADHD dan disleksia. 

ADHD adalah gangguan saraf yang membuatnya kesulitan mengontrol emosi dan perilaku. Ia juga sulit untuk fokus.

Sementara disleksia adalah sejenis gangguan belajar. Tak dijelaskan gangguan belajar apa yang dialami Bosch. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas