Gus Miftah Senggol Atta Halilintar hingga Ria Ricis, Ajak Terjun ke Lokasi Banjir Aceh dan Padang
Gus Miftah menyenggol nama beberapa artis seperti Atta Halilintar dan Ria Ricis untuk terjun langsung ke lokasi terdampak banjir di Aceh dan Padang.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Anita K Wardhani
“Saya butuh kawan untuk membelanjakan kebutuhan di Padang, kemudian dibawa ke daerah terdampak. Mengirim uang saja tidak cukup,” jelasnya.
Gelontorkan Dana Rp1 Miliar
Gus Miftah mengaku sudah menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar untuk bantuan di kawasan Aceh dan Padang dengan masing-masing Rp 500 juta.
“Hari ini donasi untuk Aceh sebesar 500 juta. Besok dikirim ke lokasi bencana. Dan selanjutnya saya siapkan 500 juta untuk Padang. Total 1 miliar,” jelasnya.
Setelah berdiskusi dengan rekannya di lokasi bencana, ia mendapat kabar bahwa bantuan berupa beras, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya adalah yang paling dibutuhkan saat ini.
“Yang paling dibutuhkan itu sembako. Mereka beli beberapa ton beras hari ini. Besok ditambah mi instan dan kebutuhan penting lainnya,” katanya.
Dana bantuan itu berasal dari pribadinya tanpa melibatkan penggalangan dana ke publik ataupun pihak lain.
“Ini inisiatif pribadi. Bukan donasi publik. Karena menurut saya ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita semua," lanjut Gus Miftah.
Banjir dan Bencana Kemanusiaan di Sumatera
Diketahui, banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera Barat (termasuk Padang) dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius.
BNPB mengungkap jumlah korban meninggal akibat bencana banjir hingga longsor di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) hingga Sumatera Utara (Sumut) kini tercatat 442 orang. Sebanyak 402 orang masih dalam pencarian.
Ribuan rumah rusak, desa-desa terisolasi, dan akses vital seperti jalan Padang Bukittinggi terputus.
Di Aceh, situasi juga memprihatinkan dengan banyak wilayah terendam serta pengungsi yang kesulitan berkomunikasi karena jaringan rusak.
Polri telah memasang perangkat Starlink untuk membantu korban menghubungi keluarga, sementara bantuan logistik terus didorong ke wilayah terdampak meski akses beberapa daerah masih sulit.
Selain kerusakan pemukiman, nilai awal kerugian infrastruktur di Padang saja ditaksir mencapai lebih dari Rp200 miliar, karena luasnya skala kerusakan akibat bencana tersebut.