Bahagianya Verrell Bramasta Bisa Bantu Realisasikan Pembangunan PAUD di Kampung Cipetir
Verrell yang merupakan anggota DPR RI, datang ke sana untuk meninjau realisasi bantuan pembangunan PAUD Az-Zahra yang telah lama
Penulis:
Willem Jonata
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Ida Rosida,guru PAUD di Kampung Cipetir, Purwakarta, telah mengabdikan 15 tahun hidupnya di dunia pendidikan anak usia dini, dengan penuh keterbatasan
- Selama 8 tahun mengajar, Ida dan siswanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan menumpang di pendopo desa
- Verrell Bramasta memperjuangkan bantuan untuk pembangunan sekolah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hati Verrell Bramasta tergerak dengan perjuangan Ida Rosida, seorang guru PAUD, yang telah mengajar bertahun-tahun, tanpa gedung sekolah.
Alasan itulah yang membuatnya ikut memperjuangkan bantuan pembangunan gedung PAUD Az-Zahra, di Kampung Cipetir, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pada Selasa (16/10/2025), Verrell yang merupakan anggota DPR RI, datang ke sana untuk meninjau realisasi bantuan pembangunan PAUD Az-Zahra yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.
Kunjungan ketiga Verrell ke kampung tersebut menandai terwujudnya janji yang disampaikan pada kunjungan sebelumnya di bulan Desember 2024. Bangunan sekolah kini telah berdiri.
Bantuan senilai Rp 619.104.000,00 dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal PAUD Dasmen melalui APBN Tahun Anggaran 2025, digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, dan toilet.
Baca juga: Verrell Bramasta Dukung Atlet Indonesia di SEA Games 2025 Bangkok
"Alhamdulillah saya bisa melihat langsung janji yang saya ucapkan benar-benar terwujud menjadi bangunan yang berdiri kokoh," ujar Verrell terharu.
Betapa cerita Ida Rosida membuat Verrell tersentuh. Ia bisa membayangkan bagaimana perjuangan Ibu Ida dalam upaya mencerdaskan anak bangsa sejak usia dini.
"Mencerdaskan anak bangsa sejak usia dini adalah pekerjaan mulia. Tidak semua orang mampu melakukannya dengan penuh dedikasi seperti beliau dan tenaga pendidik lainnya," ungkap anggota dewan dari Fraksi PAN ini.
Ida Rosida telah mengabdikan 15 tahun hidupnya di dunia pendidikan anak usia dini.
Ia mengajar selama 8 tahun dengan penuh keterbatasan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan menumpang di pendopo desa.
"Rasanya seperti mimpi, kini kami akhirnya punya rumah sendiri. Alhamdulillah atas perjuangan Pak Verrel dan jajaran yang menjembatani bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mimpi kami bisa terwujud dan sekarang kami bisa tersenyum," kata Ida.
Ia menaruh harapan agar dengan berdirinya bangunan sekolah, khususnya PAUD di Kampung Cipetir, membuat proses belajar dan mengajar bisa lebih baik dan nyaman.
Pada kesempatan itu, Verrell menekankan bantuan senilai Rp 619.104.000,00 harus disalurkan tanpa ada potongan sedikitpun.
"Kalau ada yang minta pungutan liar atau sedikitpun uang, jangan mau, karena ini adalah hak masyarakat, ibu-ibu, dan adik-adik sekalian untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang kalian bisa sejak usia dini. Sekiranya ada mohon bantu untuk langsung dilaporkan ke saya dan tim," kata Verrell.
Verrell menutup sambutannya dengan menyampaikan bahwa ini baru awal mula dan berharap bisa ada banyak bantuan dan program yang tersalurkan di daerah pemilihannya.
"Dari saya tidak minta apa-apa sedikitpun, cuma mohon doanya dari ibu-ibu semua, doa tulusnya, terutama yang paling penting untuk ibu saya, untuk keluarga dan juga semua tim yang ada di sini yang telah membantu pembangunan PAUD Az-Zahra," tandasnya.
Baca tanpa iklan