Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Beda Parenting Tegas dan Galak, Apa Dampaknya untuk Kesehatan Mental Anak?

Banyak orangtua masa kini mengaku kebingungan saat menjalani peran pengasuhan. Mau tegas tapi takut galak dan melukai mental.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Beda Parenting Tegas dan Galak, Apa Dampaknya untuk Kesehatan Mental Anak?
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Seiring bertambahnya usia anak, ada saja tingkah laku yang bisa menguji kesabaran, terkadang wajar bila satu atau dua tingkah bisa membuat emosi orang tua jadi terpancing, apalagi jika sang buah hati tidak bisa dinasihati dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat. Alih-alih ingin memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan mental dan kecerdasannya seperti, perkembangan otak anak terganggu, anak menjadi penakut dan tidak percaya diri, Menjadi sosok pemarah di kemudian hari dan anak mengalami depresi dan gangguan mental. Banyak orangtua masa kini mengaku kebingungan saat menjalani peran pengasuhan. Mau tegas tapi takut galak dan melukai mental. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

 

Beda Parenting Tegas dan Galak, Apa Dampaknya untuk Kesehatan Mental Anak?

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Tak sedikit orangtua yang kebingungan saat menjalani peran pengasuhan.
  • Orangtua masa kini tumbuh dengan pola asuh keras dari generasi sebelumnya.
  • Namun ketika menjadi orangtua di era sekarang, mereka justru ragu, mau terapkan pola asuh yang sesuai zaman.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orangtua masa kini mengaku kebingungan saat menjalani peran pengasuhan.

Di satu sisi, mereka tumbuh dengan pola asuh keras dari generasi sebelumnya.

Baca juga: Parenting Aman Menurut Psikolog: Bukan Soal Anak Nurut, tapi Merasa Dilindungi

Namun di sisi lain, ketika menjadi orangtua di era sekarang, mereka justru ragu apakah pola asuh yang diterapkan sudah benar atau justru melukai anak secara psikologis.

Rekomendasi Untuk Anda

Psikolog Wiwik Widiyanti, M.Psi menilai kebingungan tersebut bukan tanpa sebab.

Perubahan zaman, derasnya arus informasi, serta paparan berbagai konten parenting di media sosial membuat orang tua kerap mempertanyakan dirinya sendiri.

Ia menjelaskan bahwa banyak orangtua hari ini berada di posisi transisi antara pola asuh lama yang keras dan tuntutan pengasuhan modern yang lebih sadar kesehatan mental.

“Informasi-informasi yang terlalu cepat, terus banyak kasus yang viral, itu mempengaruhi kita sebagai orang tua. Aku benar nggak sih menjadi orang tua atau mama yang seperti ini? Nah, itu yang menjadi beban kita sebagai orang tua,” ujar Wiwik pada Talkshow MOMSPIRATION di kanal YouTube Tribun Health, Kamis (25/12/2025).

Tegas Bukan Berarti Galak

Dalam praktik sehari-hari, Wiwik menegaskan penting bagi orangtua untuk memahami perbedaan antara parenting tegas dan parenting galak.

Perbedaan ini krusial karena berkaitan langsung dengan pembentukan rasa aman dan kesehatan mental anak.

Menurutnya, sikap tegas adalah bagian dari disiplin yang sehat.

PROMPT GEMINI AI - Foto ibu dan anak perempuan bermain salju dibuat di Google Gemini pada Senin (22/9/2025).
PROMPT GEMINI AI - Foto ibu dan anak perempuan bermain salju dibuat di Google Gemini pada Senin (22/9/2025). (Gemini AI/Tribunnews)

Orangtua berhak menetapkan aturan, jadwal, dan konsekuensi yang jelas, selama disampaikan dengan komunikasi yang konsisten dan tanpa kekerasan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas