Karena Punya Segalanya, Curhat Sedih Prilly Latuconsina Sering Dianggap Lebay
Prilly Latuconsina menekankan setiap individu tetap memiliki hak untuk merasakan kesedihan, sekalipun hidupnya terlihat sempurna.
Penulis: M A.M.J
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Prilly Latuconsina mengungkapkan perasaan sedihnya sering kali tidak dianggap serius lantaran banyak orang menilai dirinya sudah hidup serba berkecukupan
- Prilly menilai, bahwa persoalan hidup seseorang hanya diukur kondisi finansial adalah kekeliruan
- Bagi Prilly, harta benda tidak bisa dijadikan dasar untuk mengukur berat-ringannya beban emosional seseorang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Prilly Latuconsina belum lama ini berbagi kisah mengenai perasaan sedih yang sering ia alami, namun kerap dianggap berlebihan oleh orang-orang di sekitarnya.
Ia mengungkapkan perasaannya sering kali tidak dianggap serius lantaran banyak orang menilai dirinya sudah hidup serba berkecukupan.
Dari situ, Prilly menilai, bahwa persoalan hidup seseorang hanya diukur kondisi finansial adalah kekeliruan.
"Kita kan enggak bisa menilai masalah orang dari materi. Oke kita melihat orang itu punya segalanya, punya uang," kata Prilly saat podcast Suara Berkelas, dikutip Senin (5/1/2026).
Kekasih Omara Esteghlal menegaskan harta benda tidak bisa dijadikan dasar untuk mengukur berat-ringannya beban emosional seseorang.
"Tapi ya pasti Tuhan itu adil, Tuhan akan ngasih masalah yang sesuai dengan levelnya dia," ujarnya.
Prilly menekankan setiap individu tetap memiliki hak untuk merasakan kesedihan, sekalipun hidupnya terlihat sempurna.
"Tapi bukan berarti dia enggak sedih, bukan berarti dia enggak bisa jadi manusia," ungkapnya.
Baca juga: Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Rayakan Tahun Baru di Jepang: Tanpa Kembang Api, Hanya Doa
Prilly kemudian mengungkapkan curahan hatinya justru sering dijadikan bahan gurauan oleh orang-orang terdekatnya.
"Aku sering dibecandain kalau misalnya aku lagi nangis, temanku atau apa aku dibecandain ‘Ya lo nangis tapi rumah lo marmer’," ungkap Prilly menirukan ucapan sahabatnya.
"Ya orang-orang gitu, misalkan aku cerita ‘Lo nangis juga besoknya lo juga bisa beli tiket ke Itali, terus lo nangis di Lake Como'," tambah Prilly.
Meski mengakui kehidupannya serba tercukupi, aktris dalam film Ketika Berhenti Di Sini tersebut tetap merasa kesedihannya layak untuk diperhatikan dan dipahami.
"Aku ngerasa kayak, ya iya sih, tapi bukan berarti gue berhenti nangisnya kan, berarti gue tetap nangis dong," tutur Prilly.
"Berarti tetap ada emosi sedih di situ yang harus ditampung dan harus didengar," imbuhnya.
Situasi-situasi tersebut membuat Prilly kerap merasa seolah menghadapi semuanya sendirian.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.