Pilih Lanjutkan Proses Hukum, Doktif Nilai Berdamai dengan Richard Lee Penuh Resiko
Doktif memilih melanjutkan proses hukum dan menilai jalur damai dengan Richard Lee berisiko serta berpotensi menimbulkan masalah baru.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Doktif menegaskan menutup pintu damai dan memilih melanjutkan proses hukum dalam konflik dengan Richard Lee yang bergulir sejak Desember 2024.
- Sikap ini ditegaskan setelah Polda Metro Jaya menetapkan Richard Lee sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.
- Doktif menilai perdamaian berisiko, menolak pertemuan tertutup, dan memilih proses hukum berjalan terbuka hingga tuntas.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik hukum antara Dokter Samira Farahnaz, yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), dengan dokter Richard Lee kian mengerucut.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Doktif menegaskan sikapnya untuk menutup pintu perdamaian dan memilih melanjutkan perkara hingga tuntas.
Sikap tegas tersebut muncul setelah Polda Metro Jaya menetapkan Richard Lee sebagai tersangka atas laporan Doktif terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menyangkut produk dan treatment kecantikan.
Laporan itu sendiri telah dilayangkan sejak Desember 2024, dan setelah lebih dari satu tahun menunggu, Doktif mengaku lega akhirnya proses hukum berjalan ke tahap yang lebih jelas.
Sebelumnya, upaya mediasi sempat difasilitasi Polres Metro Jakarta Selatan.
Namun sejak awal, Doktif menyatakan menolak jalur damai dan memilih menempuh proses hukum.
“Pada tanggal 6 kemarin sudah ada mediasi, dan dari awal saya mengatakan tidak ada mediasi. Kenapa? Karena saya ingin membongkar semuanya,” ujar Doktif, dikutip Tribunnews dari YouTube Cumicumi, Rabu (7/1/2026).
Menurut Doktif, alasan penolakannya bukan tanpa pertimbangan.
Ia menilai karakter Richard Lee bisa berubah dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Tapi dengan karakter orang ini ya, karakter orang ini nanti bisa berubah tuh,” ucapnya.
Ia pun menyinggung kekhawatirannya jika perdamaian justru disalahgunakan.
Baca juga: Kecewa, Doktif Pertanyakan Alasan Polda Metro Jaya Tak Tahan Richard Lee padahal Sudah Tersangka
“Nanti tuh ya dari yang mulai namanya damai itu nanti bisa pemerasan gitu, Doktif itu ngerti banget,” lanjutnya.
Dengan tegas, Doktif menyatakan sikapnya.
“Yes, Doktif menutup pintu perdamaian dengan Richard Lee,” katanya.
Doktif menambahkan, jika memang ada wacana damai, menurutnya harus disertai tanggung jawab kepada publik.
Baca tanpa iklan