Bayaran Pandji Pragiwaksono untuk Show 'Mens Rea' Bikin Melongo, Nolnya Ada Sembilan
Show Pandji masih dibicarakan hingga kini setelah didistribusikan melalui Netflix. Bahkan bikin heboh dunia maya.
Editor:
Willem Jonata
"Sembilan nolnya."
"Anj**, di atas Rp 1 M," seru Juan dengan mata melotot.
Dilaporkan ke polisi
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah pada Rabu (7/1/2026) malam.
Laporan tersebut dilayangkan karena Pandji diduga telah melakukan penghinaan dan fitnah dalam program berjudul Mens Rea yang ditayangkan di salah satu platform streaming sejak akhir Desember 2025.
Pelapor menyebut materi yang disampaikan Panji dianggap menyebabkan kegaduhan bagi publik.
Berdasarkan dokumen yang beredar, laporan ini masuk ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/166/01/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Kami Angkatan Muda Nadatul Ulama kami melaporkan bahwa ada kasus, menurut kami beliau merendahkan, memfitnah dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa, (terlapor) menimbulkan keresahan terhadap khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin pun juga teman saya sebagai aliansi muda Muhammadiyah."
"(Terlapor yaitu) satu orang yang seniman stand up komedian yang belakangnya ini sangat ramai diperbincangkan inisialnya P," kata Rizki Abul Rahman Wahid, perwakilan Angkatan Muda NU, dikutip dari tayangan Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (8/1/2026).
Dalam laporan tersebut, tak dijelaskan materi Panji yang mana yang dinilai merendahkan dan menyebabkan kegaduhan bagi publik.
Namun, Pandji dalam materinya di Mens Rea sempat menyinggung soal penampilan Gibran dengan candaan “mata ngantuk”, dan langsung memicu kontroversi publik.
Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menilai roasting yang diucapkan oleh komika tersebut sama saja menghina makhluk ciptaan Tuhan.
Roasting adalah gaya komedi yang menyoroti seseorang dengan candaan tajam, sindiran, bahkan olok-olok, tetapi tetap bertujuan menghibur, bukan merendahkan.
Menurut Irma Suryani, materi Pandji tersebut merupakan suatu penghinaan terhadap seorang negarawan.
"Ada yang bilang si Panji itu yang cuma bicara sekadar rating itu bilang wakil presiden ngantuk lah, mukanya ngantuk. Itu penghinaan."
"Itu namanya menghina makhluk ciptaan Tuhan. Enggak boleh," tegas Irma, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking, Kamis (8/1/2026).