BGN Kejar Zero Accident, Nihil Keracunan MBG Selama 2026
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya mengupayakan tahun 2026 ini nihil kejadian keracunan.
Editor:
Anita K Wardhani
Terlepas dari adanya kejadian keracunan, Dadan menilai pelaksanaan program MBG sepanjang 2025 tetap menunjukkan perkembangan positif.
“Selama satu tahun ini kami melihat satu kegiatan positif. Memang di sana-sini ada kekurangan, dan kami terus memperbaikinya,” ujar Kepala BGN dalam wawancara kepada awak media.
Memasuki tahun 2026, pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengejar target MBG yang melayani 82,9 juta penerima manfaat.
Upaya tersebut dilakukan seiring dengan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk pelaksanaan sertifikasi dan standardisasi layanan.
“Target kami adalah menghasilkan makanan yang tidak hanya membuat anak-anak menjadi sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tetapi juga benar-benar aman dikonsumsi,” tegasnya.
Kritik Masyarakat Sipil untuk MBG
Selain perbaikan yang disampaikan BGN, program MBG juga menuai kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai, pelaksanaan MBG justru berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan dan pengelolaan anggaran pendidikan.
MBG justru memperburuk kualitas pendidikan karena menggerus anggaran pendidikan, menurunkan mutu sekolah, dan membebani guru.
Meski diklaim berhasil oleh pemerintah, JPPI menyebut MBG tidak berdampak pada prestasi akademik siswa dan mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi soal pendidikan gratis.
JPPI mendesak pemerintah menghentikan MBG dan mengembalikan prioritas anggaran pada perbaikan mutu pendidikan.
Baca tanpa iklan