BGN Kejar Zero Accident, Nihil Keracunan MBG Selama 2026
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya mengupayakan tahun 2026 ini nihil kejadian keracunan.
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Kasus keracunan MBG yang terjadi pada 2025 pada akhir tahun diklaim menurun.
- Kepala BGN, Dadan Hindayana menargetkan zero accident pada 2026 ini.
- Langkah yang dilakukan adalah peningkatan kualitas pengawasan, serta komitmen kuat dalam menjaga standar mutu makanan bergizi nasional.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, ada sekitar 250 kejadian keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sepanjang 2025.
BGN mengupayakan, tahun 2026 ini nihil kejadian keracunan.
Baca juga: Stok Susu UHT Langka, Kepala BGN: Susu Bukan Menu Wajib, SPPG Bisa Ganti Protein Lain
Hal itu disampaikan Dadan saat ditemui di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
"Selama satu tahun kami mengalami kejadian (keracunan MBG) kurang lebih sekitar 250," ungkap Dadan.
Ia menjelaskan, puncak kejadian keracunan MBG terjadi pada bulan September dengan 60 kejadian.
Kemudian naik di Oktober menjadi 85 kejadian.
Baca juga: Bertongkat dan Menahan Nyeri, Guru Korban Tabrakan Mobil MBG Tetap Mengajar demi Muridnya
Menurun drastis di November menjadi 40 kejadian.
"Dan selama bulan Desember itu tersisa 12 kejadian dan itu tren yang cukup bagus," ungkap dia.
BGN kata Dadan, menargetkan, di tahun 2026 ini zero accident keracunan akibat MBG.
Tren penurunan kejadian di akhir 2025, dapat dicapai melalui kolaborasi semua pihak, peningkatan kualitas pengawasan, serta komitmen kuat dalam menjaga standar mutu makanan bergizi nasional.
"Zero accident kami usahakan di tahun 2026, seminimal mungkin," harapnya.
Utamakan Keamanan Pangan
Ia menambahkan, tujuan utama program MBG bukan sekadar menyediakan makanan saja, tetapi menghasilkan makanan dengan gizi seimbang dan kualitas terjaga tetapi mendukung percepatan pertumbuhan dan kesehatan anak-anak.
Keamanan pangan menjadi faktor krusial agar manfaat program benar dirasakan masyarakat.