Ernest Prakasa Puji Keberanian Aurelie Moeremans, Bukunya Dinilai Selamatkan Banyak Perempuan
Ernest Prakasa memuji keberanian Aurelie Moeremans lewat buku Broken. Ia menilai kisah tersebut mampu menyelamatkan banyak gadis muda.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Menanggapi hal tersebut, Aurelie mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa buku yang awalnya ia kira akan dibaca secara terbatas justru berkembang menjadi perbincangan nasional.
“Jujur aku tidak menyangka,” kata Aurelie Moeremans kepada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).
“Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas," sambungnya.
Namun seiring berjalannya waktu, buku yang dirilis tahun 2025 kemarin itu mendapat respon yang justru jauh lebih besar dari ekspektasinya.
Diskusi, dukungan, hingga perdebatan bermunculan, terutama setelah buku tersebut mudah diakses dalam format digital.
Meski tinggal di Amerika, Aurelie tahu betul apa yang terjadi di Indonesia saat ini ketika banyak orang membicarakan bukunya.
Apapun responnya, Aurelie mengaku menerima itu semua sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi setelah memutuskan merilis itu.
“Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses,” ujarnya.
Aurelie memilih untuk tidak terlarut dalam kontroversi yang muncul. Ia melihat pro dan kontra sebagai konsekuensi dari keberanian membuka kisah personal ke ruang publik, apalagi dengan topik sensitif seperti child grooming.
Baca juga: Roby Tremonti Akui Sempat Hubungi Suami Hesti Purwadinata soal Buku Broken String Aurelie Moeremans
Tersentuh dengan Respons Positif
Di tengah riuhnya perdebatan, Aurelie justru lebih terfokus pada dampak positif yang ia rasakan secara langsung dari para pembaca.
Beragam pesan dari orang-orang yang pernah merasakan hal serupa membuat Aurelie tersentuh, sebab ia mengatakan tujuan utama buku itu dirilis adalah untuk membantu orang-orang yang mengalami hal serupa dengannya.
“Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu,” tuturnya.
“Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan,” ungkap Aurelie.
Sejak awal Aurelie membebaskan orang-orang mengakses bukunya itu yang dirilis secara digital.
Namun belakangan ketika muncul polemik, link untuk mengakses buku digital Aurelie mendadak tak bisa diakses.
Buku itu sendiri berisikan cerita kelam masa lalu Aurelie Moeremans di usia 15 tahun ketika dirinya mengalami child grooming oleh seseorang yang namanya disamarkan menjadi 'Bobby'.
(Tribunnews.com, Rinanda/Bayu)
Baca tanpa iklan