Polisi Segera Bongkar Penyebab Kematian Lula Lahfah, Barang Bukti di TKP Tengah Diteliti
Barang bukti di apartemen tempat meninggalnya Lula Lahfah telah dikantongi polisi dan tengah dilakukan penelitian.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) meninggalnya Lula Lahfah telah dikantongi.
- Polisi tengah melakukan penelitian dan hasilnya akan diumumkan ke publik secara transparan.
- Setelah Reza Arap, polisi juga akan memeriksa keluarga Lula, hingga pihak rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM - Penyebab pasti kematian selebgram Lula Lahfah masih diselidiki pihak berwajib.
Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) di apartemennya kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kekasih Reza Arap itu, ditemukan tak bernyawa oleh asisten rumah tangga (ART) yang memaksa masuk karena pintu kamar Lula terkunci dari dalam.
ART Lula berhasil masuk dengan bantuan pihak pengelola apartemen.
Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya ART, manajer, sopir, petugas keamanan, hingga Reza Arap.
Setelah saksi-saksi tersebut, polisi akan memanggil keluarga Lula hingga dokter untuk dimintai keterangan.
Pun barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dikantongi polisi dan tengah dilakukan penelitian.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
"Kami mengirim beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian peristiwa," ungkap Budi, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (28/1/2026).
Penelitian barang bukti tersebut dilakukan oleh laboratorium forensik.
"Ini juga masih dalam proses pengolahan uji barang bukti oleh laboratorium forensik," ujar Budi.
Baca juga: Lula Lahfah Sering Bantu Ekonomi Keluarga, Sang Ayah Tak Tahu Apa Pekerjaannya
Budi mengatakan, Polda Metro Jaya akan mengumumkan setiap informasi terkait kematian Lula, kepada publik secara transparan.
"Kita semua menunggu. Pasti pihak kepolisian akan sangat transparan terhadap informasi perkembangan terhadap peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya," katanya.
Setelah hasil laboratorium keluar, kepolisian akan menggelar konferensi pers bersama lembaga dan pihak yang terkait.
Mulai dari Kementerian Kesehatan, laboratorium forensik, hingga dokter.
Baca tanpa iklan