Saphira Adya Curahakan Perasaan Terdalam Lewat Album 'Heart String'
Album ini membuat Saphira Adya sadar bahwa menulis bisa jadi salah satu cara paling bahagia untuk melepas stres.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Lagu ini merangkum perjalanan 2025 yang penuh warna, tentang pertemuan yang tak selalu berujung bahagia dan cerita yang tak selalu bisa dimiliki sepenuhnya.
Sementara itu, lagu “Closure” menjadi penanda fase penerimaan, bukan tentang kegagalan untuk move on, melainkan tentang mengolah setiap pengalaman menjadi pelajaran berharga.
“Aku merasa proses pembuatan lagu ini berjalan begitu indah dan terasa cepat, karena semua yang aku tulis lahir dari pengalaman yang benar-benar aku alami," ungkap Saphira.
"Ini bukan soal belum bisa move on, tapi tentang bagaimana setiap cerita dan perjalanan itu bisa diolah menjadi sebuah karya yang indah,” katanya.
Ia juga mengaku album ini memberinya kesadaran baru tentang menulis sebagai ruang pelepasan emosi.
“Album ini membuat aku sadar kalau menulis bisa jadi salah satu cara paling bahagia untuk melepas stres. Apalagi ini bukan sekadar tulisan, tapi berubah menjadi karya yang bisa didengar kapan saja,” tuturnya.
Album Heart String kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 28 Januari 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan