Hasil Tes DNA Bercak Darah di Seprai dan Tisu Identik dengan Profil Lula Lahfah
Berdasarkan rangkaian penyelidikan menyeluruh, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur tindak pidana berkait kematian Lula Lahfah
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Tim toksikologi menyebut tabung pink yang ditemukan di apartemen Lula Lahfah mengandung gas Nitrous Oxide (N2O)
- Puslabfor juga melakukan uji DNA sentuhan terhadap tabung whipping tersebut, termasuk darah di seprai dan tisu
- Berdasarkan rangkaian penyelidikan menyeluruh, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur tindak pidana berkait kematian Lula Lahfah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengungkap hasil pemeriksaan tabung gas berwarna pink yang ditemukan di lokasi meninggalnya Lula Lahfah.
Dalam konferensi pers, tim toksikologi menyebut tabung tersebut mengandung gas Nitrous Oxide (N2O) berdasarkan pemeriksaan pembanding.
Selain pemeriksaan gas, Puslabfor juga melakukan uji DNA sentuhan terhadap tabung whipping tersebut.
Puslabfor Bareskrim Polri Irfan Rofik menyampaikan bahwa dari tabung tersebut ditemukan profil DNA.
Baca juga: Polemik Gas Pink di Balik Kematian Lula Lahfah, Hasil Uji Labfor Akhirnya Terungkap
"Pada satu buah tabung whipping itu muncul profil DNA (Lula Lahfah),” kata Irfan Rofik di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
"Satu buah tabung whipping dengan ukuran 2.050 gram untuk dilaksanakan pemeriksaan juga DNA sentuhan atau Touch DNA,"
Ia memastikan DNA yang ditemukan identik dengan korban setelah memeriksa bercak darah di TKP.
Bercak darah itu kemudian dicocokan dengan DNA dari darah ayah Lula Lahfah, Muhammad Feroz.
“Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada seprai, bercak darah yang ada pada kapas dan tisu, dan Touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudari LL,” ujarnya.
"Dan sama dengan sampel darah milik ayah saudari LL yang bernama saudara Muhammad Feroz," ucap Irfan Rofik.
Bersamaan dengan jenazah Lula Lahfah, ditemukan 16 barang bukti yang kemudian diperiksa lebih lanjut.
"Dalam surat ini disampaikan ada 16 item barang bukti. 16 item barang bukti tersebut adalah: empat botol liquid, delapan pod dengan berbagai merek dan warna. Kemudian ada tabung gas pink ukuran 2.050 gram,” ujar Azhar yang juga dari pihak Puslabfor Bareskrim Polri.
Ia menyebut, saat diperiksa, tabung pink yang ditemukan di lokasi dalam kondisi kosong.
"Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan keadaan kosong,” katanya.
Baca tanpa iklan