Frekuensi Belanja Online Tinggi di Momen Ramadan, Pakar Siber Bongkar Cara Hindari Penipuan Digital
Dengan meningkatnya aktivitas belanja selama Ramadan, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari penipuan.
Penulis:
Nurma Aisyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Momen Ramadan hingga Idul Fitri secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat
- Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diproyeksikan terus tumbuh setiap tahun
- Di balik kemudahan ini, risiko penipuan siber juga ikut meningkat, terutama periode belanja besar di momen Ramadan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Ramadan 2026, aktivitas belanja online kembali meningkat seiring makin luasnya penggunaan kanal digital di Indonesia.
Momen Ramadan hingga Idul Fitri secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat.
Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diproyeksikan terus tumbuh setiap tahun.
Di balik kemudahan ini, risiko penipuan siber juga ikut meningkat, terutama saat periode belanja besar seperti Ramadan.
Baca juga: Buka Paket Belanja Online, Pembeli Kaget Isinya Ular, Diserang hingga Masuk RS
Ketua Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, mengungkapkan modus penipuan yang paling sering muncul adalah phishing melalui pesan instan, impersonasi customer service, hingga tautan pelacakan pengiriman palsu.
“Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan,” kata Pratama pada siaran pers yang diterima Tribunnews, Kamis (19/2/2026).
Ia membagikan sejumlah tips praktis agar masyarakat bisa berbelanja online dengan lebih aman selama Ramadan.
1. Gunakan Password Kuat dan Unik
Perkuat keamanan akun dengan mengganti kata sandi secara berkala. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus agar tidak mudah ditebak.
Hindari memakai password yang sama untuk banyak akun. Aktifkan juga autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik untuk perlindungan tambahan.
2. Selalu Bertransaksi di Dalam Platform Resmi
Pastikan transaksi hanya dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi. Periksa kembali alamat situs sebelum memasukkan data pribadi.
Transaksi di luar platform membuat aktivitas sulit dilacak jika terjadi masalah. Waspadai pihak yang mengaku customer service dan meminta data pribadi melalui kanal tidak resmi.
3. Jangan Klik Tautan dari Kanal Tidak Resmi
Baca tanpa iklan