Zanzabella Puji Aksi Tasya Kamila yang Jelaskan Peran dan Dedikasinya sebagai Alumni LPDP
Selebgram Tengku Zanzabella memuji aksi Tasya Kamila yang menjelaskan soal peran dan dedikasinya sebagai alumni LPDP.
Penulis:
Gabriella Gunatyas
Editor:
Salma Fenty
"Nggak tau diri, pulangin duitnya lu tanpa rakyat indonesia, tanpa support dari pemerintah indonesia lu gak bisa nginjakkan kaki disana, di negara yang lu bilang kuat banget nah sekarang kondisinya hanya anak lu doang, sementara lu dan laki lu adalah warga negara Indonesia. Kalau terjadi peperangan ke depannya, anak lo tinggal di luar negeri sendirian," sindir Zanzabella.
Dalam unggahan itu, selebgram asal Medan, Sumatera Utara ini menilai tindakan Tyas dalam kontennya salah.
"Atau kalau lo berada di sana (di Inggris), lo pikir pemerintah Indonesia nggak bakal ada komunikasi dengan mereka? Karena yang lo lakuin salah, maka pemerintah Indonesia bisa saja menelpon negara tersebut dan bilang sama mereka, 'ini adalah penghianat bangsa karena dia menginjakan kaki di sana dan sekolah di sana atas seizin kami dan dana kami sumbangan', ngerti gak? sedekah dari rakyat Indonesia untuk sekolahin lo untuk berbakti pada negara ini Indonesia nah, lo dengan bangganya cukup gue aja, hey!" pungkasnya.
Klarifikasi Tasya Kamila
Di tengah viralnya nama Dwi Sasetyaningtyas, publik pun mulai mempertanyakan kontribusi para alumni, khususnya dari kalangan artis yang dinilai memiliki kemampuan finansial.
Nama Tasya Kamila pun ikut disebut terlebih statusnya yang kini lebih fokus sebagai ibu rumah tangga (IRT) untuk mengurus dua anak membuat sebagian warganet mempertanyakan bentuk kontribusinya setelah menyelesaikan studi.
LPDP merupakan program beasiswa bergengsi dan kompetitif di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Program ini ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang diharapkan kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
Di tengah perdebatan tersebut, publik mempertanyakan kontribusi para alumni, khususnya dari kalangan artis yang dinilai memiliki kemampuan finansial.
Mengetahui hal itu, Tasya pun langsung memberikan klarifikasi lewat unggahan Instagram @tasyakamila.
"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat, yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita menghasilkan output yag baik buat bangsa," tulis Tasya mengawali penjelasannya, dikutip Selasa.
Tasya menjelaskan bahwa dirinya menempuh studi S2 di Columbia University, Amerika Serikat, pada 2016–2018 dengan jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy.
"Background. Aku berkuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy pada tahun 2016–2018. Sedari mendaftar LPDP, aku sudah bekerja di bidang industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik.
Alasan berkuliah dengan jurusan tersebut: memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik karena sejak tahun 2005 sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup.
Selain itu aku punya cita-cita untuk jadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe. Tujuan perkuliahan: memperoleh ilmu, skill, koneksi/ network untuk bisa memanfaatkan platform ku sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan masyarakat umum (public), terutama di bidang keberlanjutan (sustainability)," terangnya.
Tasya juga merinci sejumlah pencapaiannya selama masa studi. Ia menyebut lulus tepat waktu dengan IPK 3.75, aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, serta menghadiri forum-forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia.
Baca tanpa iklan