Aurelie Moeremans Umumkan Buku Broken Strings Akan Diangkat ke Layar Lebar
Aurelie Moeremans membawa kisah memoarnya, Broken Strings, ke film demi menyuarakan isu child grooming.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini.
Dan aku berharap, dengan adanya film ini nanti, semakin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming, dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian."
Di akhir pernyataannya, Aurelie menyampaikan apresiasi kepada para pembaca dan pihak yang telah mendukung perjalanannya.
"Thank you for being part of this journey," pungkasnya.
Pesan Aurelie setelah Buku Broken Strings Viral
Dalam buku Broken Strings Aurelie menyinggung sosok 'Bobby', pria yang telah melakukan child grooming kepada dirinya.
Bersamaan dengan hal itu, aktor Roby Tremonti, pria yang pernah menjalin hubungan dengan Aurelie pun ikut terseret.
Warganet pun ramai mengaitkan sosok Roby Tremonti sebagai tokoh 'Bobby' yang diceritakan oleh Aurelie dalam bukunya.
Selain mengaku pernah menikahi Aurelie di tahun 2011, bintang sinetron Amanah Wali ini juga sempat memberikan klarifikasi setelah nama tokoh 'Bobby' dalam buku kakak aktor Jeremie Moeremans viral.
Lantaran warganet banyak mengaitkan sosok Roby Tremonti dengan tulisannya, Aurelie pun langsung memberikan klarifikasi.
Aurelie Moeremans mengaku tidak nyaman melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang diarahkan pada tokoh-tokoh dalam bukunya.
"Please. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings."
"Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya," tulis Aurelie dalam unggahan Threads-nya, dikutip Jumat.
Baca juga: Jelang Lahiran Anak Pertama, Aurelie Moeremans Tulis Pesan Menyentuh untuk Ibundanya
Ia menegaskan inti dari kisah yang ia tulis bukanlah untuk menunjuk atau menghakimi sosok tertentu di dunia nyata.
Aurelie ingin pembaca memahami bahwa cerita tersebut berfokus pada pengalaman pribadi, luka yang pernah dialami, serta perjalanan penyembuhan yang ia bagikan dengan kejujuran.
Wanita yang memulai karier keartisannya di tahun 2008 itu juga menyampaikan pesan utama tentang pemulihan, bukan tentang mencari siapa yang bersalah dalam tulisannya yang kini viral tersebut.
"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok."
"Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," tutup Aurelie.
(Tribunnews.com, Rinanda/Gabriella)
Baca tanpa iklan