Atalarik Syach Buka Suara Usai Tsania Marwa Bahagia Bertemu Anak, Singgung Perasaan Buah Hati
Tsania Marwa akhirnya bertemu anak setelah lama berpisah, Atalarik Syah beri tanggapan soal hak dan kondisi anak.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Setelah 9 tahun, Tsania Marwa akhirnya bisa bertemu dan merayakan ulang tahun anaknya secara langsung.
- Atalarik Syah menegaskan tidak pernah menghalangi pertemuan ibu dan anak tersebut.
- Ia menyebut anak punya perasaan sendiri dan mengingatkan agar konflik tidak memengaruhi pola pikir mereka.
TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan panjang konflik hak asuh anak antara Tsania Marwa dan mantan suaminya, Atalarik Syach, perlahan menunjukkan titik terang.
Setelah hampir sembilan tahun melalui proses yang tidak singkat, Tsania mengaku mulai sampai pada fase menerima keadaan yang selama ini dijalaninya.
Seperti diketahui, kedua anak mereka hingga kini masih tinggal bersama Atalarik pasca perceraian.
Dalam kurun waktu tersebut, Tsania berupaya menata hidupnya, sambil terus mengembangkan diri dan mencoba berdamai dengan situasi yang belum sepenuhnya berpihak kepadanya.
Kini, momen yang selama ini dinantikan akhirnya terwujud.
Tsania mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan anaknya, bahkan turut merayakan ulang tahun sang putra.
Ia pun mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali hadir dalam momen penting tersebut setelah sekian lama terpisah.
Menanggapi hal itu, Atalarik Syach turut memberikan komentarnya.
Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah menghalangi pertemuan antara Tsania dengan anak-anak mereka.
“Saya enggak pernah nahan hak (Tsania Marwa) nya bertemu anak," ujar Atalarik, dikutip Tribunnews dari YouTube Mantul Entertainment, Sabtu (28/3/2026).
Lebih lanjut, duda berusia 52 tahun ini kembali menekankan bahwa kesempatan untuk bertemu sebenarnya tetap ada.
Baca juga: Tsania Marwa Tegaskan Tak Undang Media saat Rayakan Ultah Anak, Enggan Atalarik Syach Curiga
“Saya enggak pernah menahan untuk dia bertemu dan dia masih bisa bertemu dengan anak.”
Atalarik juga menyinggung soal keputusan anak-anak yang menurutnya memiliki perasaan dan pertimbangan sendiri.
Ia menyebut, jika anak tidak ingin berpindah, hal tersebut bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
“Kalau ceritanya anak enggak mau berpindah tangan, bukan salah saya," jelasnya.
Baca tanpa iklan