Kisah Musisi Rahman Torana Tembus Oxford University
Keberhasilan ini berkat dukungan orang tuanya Edy Torana, SH, M.Kn, MH, CLA,. CCD., dan Ranti Nursukma Handayani, S.H., yang juga alumni FH Unair.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Willem Jonata
Putranya masuk Top 32 – Frankfurt Investment Arbitration Moot Court Competition (2023).
Rahman Torana berhasil membawa tim masuk ke jajaran 32 besar dunia dalam kompetisi arbitrase investasi internasional tertua dan paling prestisius yang diadakan di kota Frankfurt - Jerman.
"Pencapaian ini menunjukkan ketajaman analisis dalam penyelesaian sengketa investasi global sejak awal karier kompetisinya," ujar Edy Torana.
Selain itu Rahman Torana masuk 4th Place – Asian Law Students' Association (ALSA) International Moot Court Competition (2023).
Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Delegasi (co-head delegate).
"Rams nama kecil Rahman Torana juga membawa tim meraih posisi ke-4 dari 32 tim perwakilan berbagai negara di Asia, memperkuat reputasi dalam kompetisi hukum internasional di tingkat benua," ucap Edy Torana penuh kebanggaan.
Diketahui juga Rahman Torana meraih 1st Best Oralist – Phillip C. Jessup Moot Court Competition, Indonesian National Round (2024). Ia selaku ketua delegasi (head delegate).
"Rams meraih predikat pembicara terbaik pertama di antara 70+ kontestan dalam kompetisi peradilan semu hukum internasional paling bergengsi, membuktikan kemampuan retorika dan penguasaan materi yang luar biasa di tingkat nasional," imbuh Edy Torana.
Selanjutnya, Rahman Torana masuk Peringkat 1 Tim & Memorial – Foreign Direct Investment (FDI) Moot Court Competition (2024). Dirinya berperan sebagai pelatih (coach),
"Rams membimbing tim hingga mencapai peringkat pertama secara global, baik untuk performa tim maupun kualitas berkas hukum (claimant memorial) melawan 73 tim dari seluruh dunia," tukas Edy Torana.
Segudang Prestasi
Rahman Torana menambahkan bahwa dirinya masuk 3rd Runner-up – ASEAN+3 University Network Young Speakers Competition (2024). Menjadi representasi resmi Indonesia.
"Saya berhasil meraih posisi 3rd Runner-up dalam kompetisi pidato tingkat regional, menegaskan daya saing komunikasi publik di hadapan delegasi terbaik dari negara-negara ASEAN, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan," katanya.
Rahman Torana juga pernah, Juara 2 – Constitutional Law Festival (CLF) Legal Drafting Competition (2024). Pencapaian ini menonjolkan keahlian teknis dirinya dalam penyusunan regulasi Undang-Undang pemerintah.
"Melalui rancangan draf Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Indonesia, saya membuktikan pemahaman mendalam mengenai hukum tata negara," tandasnya.
Terakhir Rahman Torana sebagai Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) I Fakultas Hukum & MAWAPRES II Universitas Airlangga (2024).
Baca tanpa iklan