Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Belajar dari Kasus Daycare di Jogja, Orang Tua Perlu Bangun ‘Early Warning System

Kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi alarm bagi para orang tua, khususnya yang sehari-hari mengandalkan layanan penitipan anak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Belajar dari Kasus Daycare di Jogja, Orang Tua Perlu Bangun ‘Early Warning System
Tribunnews.com
KEKERASAN ANAK - Sebuah daycare di Umbulharjo, Kota Yogyakarta digerebek polisi pada Jumat (24/4/2026) terkait dugaan kekerasan terhadap anak. Operasional tempat penitipan itu langsung ditutup dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. 

Ringkasan Berita:
  • Perlindungan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak daycare. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah pola pikir orang tua yang merasa cukup hanya dengan menitipkan anak
  • Orang tua harus membangun keterlibatan aktif. Tidak hanya mengantar dan menjemput, tetapi juga memahami apa yang terjadi selama anak berada di daycare
  • KPAI juga menekankan pentingnya kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi alarm bagi para orang tua, khususnya yang sehari-hari mengandalkan layanan penitipan anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, perlindungan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak daycare.

Orang tua tetap memiliki peran utama dalam memastikan keamanan dan kenyamanan anak.

Ketua KPAI, Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd menyebut, salah satu masalah yang sering terjadi adalah pola pikir orang tua yang merasa cukup hanya dengan menitipkan anak.

“Orang tua juga ketika menitipkan anaknya di daycare juga mindset perlindungannya harus jalan, ya tidak lepas begitu saja, mendaftarkan, mengantarkan pagi, tidak cukup,"ungkapnya pada saat dihubungi Tribunnews, Selasa (28/4/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, orang tua harus membangun keterlibatan aktif.

Tidak hanya mengantar dan menjemput, tetapi juga memahami apa yang terjadi selama anak berada di daycare.

Salah satu bentuk keterlibatan tersebut adalah dengan melakukan kontrol langsung.

“Saya kira juga perlu sesekali bertanya, mengontrol secara langsung, melihat foto anaknya, dan seterusnya bahkan bila perlu datang ke daycare-nya kemudian melihat apa aktivitas yang ada di hari itu,"lanjutnya. 

Langkah sederhana seperti bertanya tentang aktivitas harian, meminta dokumentasi, atau bahkan datang langsung ke lokasi bisa menjadi bentuk pengawasan yang efektif.

Selain itu, KPAI juga menekankan pentingnya kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak.

Anak yang mengalami kekerasan sering kali menunjukkan tanda-tanda setelah pulang dari daycare.

“Ketika pulang itu kan bisa dilihat perubahan perilaku anaknya, kalau orang tuanya perhatian pasti bisa mendeteksi diri gitu. Keberanian orang tua untuk melakukan konfirmasi, mengklarifikasi apa yang terjadi pada perubahan berlaku anak itu penting,"lanjutnya. 

Perubahan tersebut bisa berupa sikap yang lebih pendiam, mudah takut, atau justru lebih rewel dari biasanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas