Doktif Serang Balik usai Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Singgung Ibadah hingga KTP
Doktif tanggapi pernyataan Richard Lee soal keyakinan, pertanyakan praktik ibadah hingga status agama di KTP.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
"Nah, berarti itu sertifikat kan yang akan digunakan sementara saya tahu enggak dipakai. Sertifikat itu adalah bukti administrasi yang digunakan wajib dan disegerakan mengubah kolom agama di KTP," terang Hanny, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (3/5/2026).
Dia menilai tidak seharuasnya sertifikat itu digunakan untuk bahan ribut di pengadilan.
"Akhirnya saya pikir, loh ini kok sertifikat mualafnya harusnya sebagai syarat administrasi. Tapi akan digunakan sebagai bukti konstruksi di pengadilan. Otomatis saya kan akan bolak-balik pengadilan," lanjutnya.
Pihaknya menegaskan telah mencabut keabsahan sertifikat itu.
"Terus kok dibuat bahan saling berantem, saling menyerang? Makanya saya putuskan cabut aja sertifikatnya, saya nyatakan tidak berlaku," tegas Hanny.
Hanny menyinggung lamanya rentang waktu bagi Richard Lee mengurus pergantian keyakinan di KTP-nya.
"Jadi ya harusnya juga sih sudah begitu lama kok KTP-nya masih Katolik," sambungnya.
Baca juga: Sertifikat Mualaf Richard Lee Akhirnya Dicabut setelah Disindir Doktif, Ada Dugaan Disalahgunakan?
Doktif Sindir Status Mualaf Richard Lee
Sebelumnya, Doktif menyinggung status keagamaan Richard Lee.
Richard mengungkap telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam sejak sekitar 2023, meski baru diumumkan secara terbuka pada awal Maret 2025.
Proses syahadatnya disebut dibimbing oleh Derry Sulaiman di Palembang, dan ia juga melakukan syahadat ulang pada Rabu, 5 Maret 2025.
Meski demikian, Doktif mengaku meragukan status tersebut.
Pernyataan ini kemudian memicu respons dari pihak Richard Lee.
Kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, menilai tudingan tersebut sebagai hal yang serius dan berpotensi berujung pada langkah hukum.
Ia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan Doktif dinilai telah menyinggung dan mengarah pada fitnah serius terhadap kliennya.
"Dia menuduh dr. Richard ini mempermainkan Tuhan, mempermainkan agama. Nah, bagi kami itu tuduhan yang fitnah serius dan nanti kita akan berdiskusi dengan dr. Richard tentang teknisnya," ujar Abdul, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Rabu (8/4/2026).
Baca tanpa iklan