Radang Usus Kronis Bikin Nyeri Sendi, Ini Penjelasan Ahli
Radang Usus Kronis pada dasarnya merupakan penyakit peradangan. Karena itu, proses radang bisa muncul di banyak bagian tubuh sekaligus.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Menurut Prof Murdani, IBD yang tidak ditangani optimal dapat memicu komplikasi serius. Salah satunya fistula.
“Fistula artinya adanya saluran terowongan dari usus ke kulit misalnya,” ujarnya.
Pada beberapa pasien, fistula dapat menyebabkan cairan atau kotoran keluar terus-menerus dari area tertentu.
“Kebayang tidak kalau misalnya ada kotoran keluar dari kulit kita. Jadi bau, jadi tidak bisa duduk rapat seperti ini,” katanya.
Selain fistula, komplikasi lain adalah obstruksi atau penyempitan usus.
“Usus kita tadi lempeng, bisa dilewati makanan dan kotoran. Tiba-tiba menyempit di satu sisi,” jelasnya.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan makanan dan kotoran sulit melewati saluran cerna.
Berat Badan Bisa Turun Drastis
IBD juga membuat proses penyerapan nutrisi terganggu karena adanya radang pada usus halus.
“Usus halus adalah tempat untuk proses absorpsi makanan. Kalau ada radang tentu proses absorpsi bisa terganggu,” ujar Prof Murdani.
Akibatnya, pasien mengalami penurunan berat badan meski makan cukup.
“Makannya banyak tapi yang masuk ke sirkulasi terbatas sehingga berat badan turun,” katanya.
Selain itu, perdarahan kronis dari usus dapat memicu anemia.
“Perdarahan bisa menguras darah tubuh kita sehingga muncul anemia,” jelasnya.
Anemia membuat pasien mudah lelah dan sulit menjalani aktivitas normal.
“Anemia salah satu penyebab orang jadi lemas, tidak bisa bekerja dan tidak optimal dalam produktivitas,” ujarnya.