Lindee Cremona Curhat soal Realita Hidup Anak Muda Lewat Lagu 'Malas Tapi Terpaksa'
Berbeda dari lagu sebelumnya yang identik nuansa emosional dan suara lembut, kali ini Lindee tampil lebih segar dengan sentuhan hiphop ringan.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Lagu baru Lindee Cremona menghadirkan kombinasi beat modern, vibe santai, hingga nuansa musik timur yang membuatnya terdengar catchy dan mudah melekat di telinga
- Tema yang diangkat pun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda
- Perpaduan vokal lembut dengan rap cepat membuat lagu ini memiliki identitas kuat dibandingkan karya hiphop ringan lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Lindee Cremona kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul “Malas Tapi Terpaksa”.
Berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang identik dengan nuansa emosional dan suara lembutnya, kali ini Lindee tampil lebih segar dengan sentuhan hiphop ringan.
Dalam lagu tersebut, Lindee menggandeng rapper asal Ambon, Kawizz, sebagai kolaborator.
Kehadiran Kawizz memberi warna berbeda lewat flow rap cepat dan energik yang dipadukan dengan karakter vokal lembut milik Lindee.
Baca juga: Yang Masih Bisa Berdoa, Pengingat Sejuk dari Lindee Cremona tentang Syukur dan Napas Kehidupan
Single “Malas Tapi Terpaksa” diciptakan oleh Albert Kenchen dan diproduksi oleh Pace Kribo.
Lagu ini menghadirkan kombinasi beat modern, vibe santai, hingga nuansa musik timur yang membuatnya terdengar catchy dan mudah melekat di telinga.
Tema yang diangkat pun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.
Lagu ini menggambarkan kondisi seseorang yang ingin bermalas-malasan atau rebahan, namun tetap dipaksa keadaan untuk bangkit menjalani hidup demi masa depan yang lebih baik.
“Lagu ini bukan hanya tentang rasa malas, tapi juga tentang realita hidup yang sering kita hadapi,” kata Lindee Cremona dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
“Ada kalanya kita ingin berhenti, tapi keadaan memaksa untuk tetap melangkah. Aku rasa ini sangat relate dengan banyak orang, terutama generasi muda yang sering berkata ‘mager… tapi hidup harus lanjut’,” lanjutnya.
Kolaborasi Lindee dan Kawizz disebut berhasil menciptakan chemistry yang segar dan menyenangkan untuk didengar.
Perpaduan vokal lembut dengan rap cepat membuat lagu ini memiliki identitas kuat dibandingkan karya hiphop ringan lainnya.
Sementara itu, Albert Kenchen mengaku ingin menghadirkan lagu sederhana namun punya makna kuat bagi para pendengar.
“Lagu ‘Malas Tapi Terpaksa’ adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari, tentang rasa lelah, tekanan hidup, dan perjuangan diam-diam untuk tetap bertahan,” ujar Albert.
Dengan lirik simpel dan mudah diingat, serta santai, “Malas Tapi Terpaksa” diharapkan bisa menjadi anthem baru bagi generasi muda. Lagu tersebut kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)