Mikha Tambayong: Cantik Itu Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri, Bukan Meniru Orang Lain
Berkarier di industri hiburan sejak usia remaja membuat aktris dan penyanyi Mikha Tambayong sangat akrab dengan berbagai standar kecantikan.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- MIkha Tambayong memahami standar kecantikan di industri perfilman dan fesyen. Dan ia sangat mengerti tuntutan visual yang dibutuhkan industri tersebut
- Seiring berjalannya waktu, cara pandang Mikha terhadap kecantikan kini kian bergeser ke arah yang lebih personal dan autentik
- Secara pribadi, MIkha memilih jalur perawatan non-invasif yang bersifat enhancing atau mendukung, bukan changing atau mengubah
TRIBUNNEWS.COM - Berkarier di industri hiburan sejak usia remaja membuat aktris dan penyanyi Mikha Tambayong sangat akrab dengan berbagai standar kecantikan.
Berdasarkan pengalamannya di dunia perfilman dan fesyen, ia memahami betul tuntutan visual yang dibutuhkan industri terhadap para talentanya.
"Aku dari umur 13 tahun sudah bekerja di industri perfilman dan fashion. Jadi beauty standard itu sudah menjadi sesuatu yang sangat familiar untuk aku dari umur yang masih sangat muda," ujar Mikha Tambayong di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Cerita Kesetiaan Mikha Tambayong, Bertahun-tahun Pakai Sepatu Buatan Sahabatnya
Namun, seiring berjalannya waktu, cara pandang Mikha terhadap kecantikan kini kian bergeser ke arah yang lebih personal dan autentik.
Mikha justru semakin sadar akan pentingnya merawat diri tanpa harus kehilangan jati diri.
Baginya, esensi dari perawatan kecantikan saat ini adalah membantu seseorang untuk tampil sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri, bukan untuk mengubah penampilan agar menjadi orang lain.
Seiring bertambahnya usia, Mikha mengakui dirinya menjadi lebih selektif terhadap produk maupun metode perawatan yang ia terapkan pada tubuhnya.
Ia menyadari adanya proses alami penurunan kolagen pada kulit perempuan, sehingga tindakan pencegahan menjadi fokus utamanya saat ini.
Terkait tren rekonstruksi atau perubahan bentuk wajah ekstrem yang marak di industri hiburan, Mikha menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak dan pilihan hidup masing-masing individu.
Namun, untuk dirinya pribadi, ia lebih memilih jalur perawatan non-invasif yang bersifat enhancing atau mendukung, bukan changing atau mengubah.
"Di umur dan kondisi saya yang sekarang, saya lebih membutuhkan sesuatu yang enhancing, bukan changing. Saya merasa hanya butuh sesuatu yang bisa membantu mem-boost kolagen dan lifting wajah, yang bisa memperkuat fitur asli wajah saya," jelasnya.
Mikha menambahkan bahwa rasa percaya diri yang sesungguhnya lahir ketika seseorang mampu menerima, merasa aman, dan nyaman dengan kondisi kulit serta tubuhnya sendiri (comfortable in your own skin).
Prinsip tersebut sejalan dengan alasan di balik penunjukan Mikha Tambayong sebagai brand ambassador teknologi perawatan wajah Xerf oleh IDSMED Aesthetics Indonesia.
Mikha dinilai sebagai representasi perempuan Indonesia yang percaya diri dan mempertahankan keaslian wajahnya.
"Mikha tetap menjadi dirinya sendiri, namun dalam versi yang lebih baik, orisinal, dan tampak muda," pungkas Head of IDSMED Aesthetics Indonesia, Marisa Theresia.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)