Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
Live
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kisah Waldi Sempurna, Pemuda Desa Melawan Stigma Pengangguran yang Dicap Tak Punya Masa Depan

Dicap pengangguran dan tak punya masa depan, Waldi justru sukses jadi konten kreator dengan penghasilan di atas Rp20 juta per bulan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kisah Waldi Sempurna, Pemuda Desa Melawan Stigma Pengangguran yang Dicap Tak Punya Masa Depan
Tribunnews.com/dok pribadi
PEMUDA DESA - Waldi Sempurna adalah seorang pemuda dari Desa Tanah Periuk, Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang berupaya hidup mandiri dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana ide kreativitas yang bisa dijual.(dok pribadi) 
Memuat video…

Titik balik kariernya datang ketika salah satu videonya bertajuk lari-lari cinematic with ayang di Pantai Lampung viral dan ditonton sekitar 245 ribu kali.

Video tersebut membuat akun media sosialnya mulai dikenal lebih luas. Sejak saat itu, berbagai tawaran kerja sama dan endorsement dari sejumlah merek mulai berdatangan.

Setelah sekitar delapan bulan konsisten memproduksi konten, penghasilannya mulai meningkat secara signifikan.

"Awal-awal banyak zonk, belum ada penghasilan. Tapi setelah delapan bulan mulai meledak. Endorse banyak masuk," ungkapnya.

Selain aktif di TikTok melalui akun @wsmprna, Waldi juga membangun audiens melalui Instagram. Konsistensi di berbagai platform tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand.

Sebagai mahasiswa, Waldi harus pandai membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaannya sebagai kreator digital.

Beruntung, sistem pembelajaran daring yang diterapkan Universitas Terbuka membuatnya lebih fleksibel dalam mengatur jadwal.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebetulan saya kuliahnya online, jadi lebih enak mengatur waktu. Pagi kuliah, sore sampai malam ngonten," ujarnya.

Hasil kerja keras tersebut kini mulai terlihat nyata.

Waldi mengaku telah mampu membeli sejumlah aset secara tunai, mulai dari mobil Toyota Rush, sepeda motor Honda PCX, hingga perangkat pendukung pekerjaannya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan tujuan akhir.

Saat ini, Waldi menargetkan dapat mengumpulkan Rp1 miliar pertamanya sebelum berusia 25 tahun.

Lebih dari Sekadar Kisah Konten Kreator

Kisah Waldi tidak hanya berbicara tentang keberhasilan seorang anak muda memperoleh penghasilan dari media sosial.

Di balik pencapaiannya, terdapat gambaran tentang perubahan besar dalam dunia kerja yang tengah berlangsung di era digital.

Jika sebelumnya peluang ekonomi banyak terkonsentrasi di kota-kota besar, kini internet memungkinkan siapa pun untuk membangun karier dari mana saja, termasuk dari desa.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas