Psikolog Ingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah soal Psikis Anaknya: Nggak Boleh Diperebutkan
Di tengah konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, psikolog ingatkan untuk tak jadikan anak bahan rebutan.
Penulis:
Salma Fenty Irlanda
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu di mata psikolog.
- Psikolog menegaskan dalam konflik ini anak yang paling banyak jadi korban.
- Ia mengingatkan Ruben dan Sarwendah untuk tak menjadikan anak bahan rebutan.
TRIBUNNEWS.COM - Psikolog Rosemini alias Bunda Romi mengingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah untuk mempertimbangkan kondisi psikis anak-anaknya di tengah konflik.
Polemik Ruben Onsu dan Sarwendah terkait nafkah, harta gono-gini hingga hak asuh anak kian pelik.
Pihak Ruben hingga kini masih merasa dipersulit oleh mantan personel Cherrybelle itu untuk bertemu kedua putrinya.
Sementara itu, Sarwendah memilih vakum dari media sosial bahkan absen melakukan live TikTok yang menjadi sumber pemasukannya.
Pasalnya, netizen menggeruduknya dengan komentar bernada hujatan dan kritik.
Konflik keduanya pun ikut membuat psikolog Bunda Romi buka suara.
Bunda Romi menyayangkan perselisihan di antara mantan suami istri ini.
"Ada perpisahan dalam suatu keluarga, baik bapak dan ibunya itu memang enggak ada bekas bapak, bekas ibu, yang ada mantan suami dan mantan istri," tutur Bunda Romi, dikutip dari YouTube SCTV, Kamis (18/6/2026).
"Sehingga beban terberat memang itu adalah pada anak. Kalau ditanya beban psikologisnya ada? Ada banget," tegasnya.
Pihaknya mengungkapkan, keputusan berpisah tidak pernah diminta oleh anak.
Tetapi, anak-anak kemudian harus menanggung beban yang luar biasa.
Baca juga: Sayangkan Giorgio Antonio Syuting Iklan di Rumah Ruben Onsu, Kuasa Hukum Singgung Harta Gono-gini
"Mereka enggak meminta adanya perpisahan, tapi mereka harus turut menanggung beban yang luar biasa," jelasnya.
"Kenapa saya bilang beban? Kadang anak-anak itu dianggap sebagai benda sehingga diperebutkan. Anak enggak boleh diperebutkan," katanya memperingatkan.
Dalam hal ini, Bunda Romi menekankan pentingnya ada co-parenting yang baik.