Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kaleidoskop 2018: Cedera Kemenpora dan Sepakbola Indonesia

Indonesia dicap sukses menyelenggarakan dua ajang olahraga bertaraf internasional: Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Kaleidoskop 2018: Cedera Kemenpora dan Sepakbola Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Deputi IV Kemenpora Mulyana menggunakan rompi tahanan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia

Satu hal lagi yang membuat citra olahraga Indonesia tercoreng di tahun 2018 ini yakni mengenai terungkapnya aktifitas pengaturan skor yang terjadi di sepakbola Indonesia.

Sejauh ini pengaturan skor yang diungkap terjadi pada Liga 2 dan Liga 3. Namun, aktifitas pengaturan skor sempat terdengar kabar juga pernah masuk ke ranah Tim Nasional Indonesia pada penyelenggaraan Piala AFF 2010.

Kini, satu per satu para korban dan pelaku pun mulai menyuarakan bahwa hal tersebut benar-benar terjadi. Program televisi Mata Najwa yang disiarkan pada stasiun televisi swasta bisa dibilang berani mengungkap hal ini.

Mata Najwa pun sudah membuat program ini hingga dua jilid dengan tema besar PSSI Bisa Apa?

Nama-nama yang diduga mafia sepakbola seperti Vigit Waluyo mulai muncul kepermukaan. Vigit dikatakan mantan runner pengaturan skor, Bambang Suryo adalah salah satu mafia sepakbola besar yang ada di Indonesia.

Tak hanya Bambang Suryo, Manajer Madura FC Januar Herwanto juga menyuarakan praktik pengaturan skor. Ia menyebut nama Anggota Exco PSSI, Hidayat bermain dalam kasus ini dengan mencoba menawari timnya untuk mengalah saat menghadapi PSS Sleman.

Mengetahui namanya disebut dalam kasus pengaturan skor Hidayat akhirnya mengundurkan diri sebagai anggota Exco PSSI pada Senin (3/12/2018). Komdis PSSI juga menghukum Hidayat dengan larangan beraktivitas di lingkup PSSI selama tiga tahun dengan dua tahun dilarang ke stadion, ditambah denda Rp150 juta.

Setelah itu, giliran manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indrayani beserta ayahnya yang menjabat sebagai Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono yang mengungkapkan tentang kinerja mafia bola di Indonesia.

Bahkan, dalam program Mata Najwa Lasmi pun menyebut nama-nama yang telah mengiming-imingkan Persibara Banjarnegara untuk naik kasta dengan membayar sejumlah uang. Mereka adalah ketua Asprov PSSI Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Exco PSSI Johar Lin Eng, Mbah Putih (Dwi Irianto), Mr P (Priyanto) dan Anik Yuni Artikasari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas