Tribun Sport

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 Solo Raya: Fung bilang Tahun ini Skill Peserta Lebih Baik

Fung Permadi mengatakan peserta yang berhasil melenggang ke babak final Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 harus mengeluarkan kemampuannya yang ist

Editor: Toni Bramantoro
Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 Solo Raya: Fung bilang Tahun ini Skill Peserta Lebih Baik
Dok Megapro PR/sylvia
Fung Permadi 

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Tim Manajer PB Djarum, Fung Permadi mengatakan peserta yang berhasil melenggang ke babak final Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 harus mengeluarkan kemampuannya yang istimewa yang tidak dimiliki oleh pesaingnya.

"Hal itu nantinya untuk lebih memudahkan kami, tim kepelatihan di PB Djarum untuk memangkas waktu mengembangkan ketrampilan pebulutangkis selama di camp PB Djarum," ungkap Fung Permadi disela-sela perhelatan babak final yang diadakan di GOR Jati Kudus, Jawa Tengah.

Dijelaskan Fung Permadi, waktu yang selama ini diperlukan bisa dipangkas agar pebulutangkis muda ini tidak lama untuk meraih prestasi yang diidamkan sebelum bergabung di PB Djarum.

"Biasanya diperlukan waktu 10 tahun untuk bisa menjadi juara dunia, contohnya Kevin Sanjaya yang mulai menapak pada tahun 2017 di arena internasional dan baru meraih gelar juara dunia di tahun 2017. Dengan adanya waktu singkat selama di camp PB Djarum, pebulutangkis muda usia kita ini nantinya bisa meraih hasil lebih cepat di tingkat internasional," jelas Fung Permadi.

Menyinggung masalah ketidak puasan peserta mengenai hasil seleksi yang bakal dilakukan tim kepelatihan, Fung Permadi kemudian menganalogikan sebuah klub Sepakbola dimana seorang pelatih jika membangun sebuah tim yang disegani, tentu memilih pemain yang sesuai dengan keinginan pelatih yang bersangkutan agar klubnya bisa menjadi juara.

"Begitu juga dengan tim kepelatihan di Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019  ini, pelatih memilih pebulutangkis muda ini yang sesuai dengan dirinya untuk diciptakan menjadi pebulutangkis handal, tentu ada pertimbangan yang diterapkan dalam seleksi ini. Jika nanti hasilnya tidak memuaskan setiap orang itu biasa. Pada ininya kami serius mengembangkan bakat pebulutangkis muda usia kita ini untuk kejayaan Bulutangkis Indonesia," papar Fung Permadi.

Makanya dijelaskan Fung Permadi, dalam proses eliminasi di babak final ini, pihaknya tetap melihat beberapa kali pertandingan yang dilakukan pebulutangkis muda ini.

"Kita memantau terus permainan pebulutangkis muda ini, tentunya kami tidak akan menilai di pertandingan pertama, itu tidak fairlah karena kami ingin memilih pebulutangkis muda dengan pertimbangan yang objektif," tandas Fung Permadi.

Soal kualitas peserta yang tampil tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya, Fung Permadi mengaku tahun ini ada peningkatan skill dari peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019

Hal itu lantaran, konsentrasi audisi banyak dilakukan di luar pulau Jawa, sedangkan tahun ini kembali ke pulau Jawa yang memang lebih bagus.

"Bukan berarti potensi pebulutangkis di luar Jawa tidak ada yang bagus, tahun ini banyak juga potensi bagus datang dari luar pulau Jawa dan menunjukkan kemajuan yang cukup besar," jelas Fung Permadi yang menginformasikan bahwa PB Djarum juga saat ini memiliki fasilitas gedung latihan yang baru.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas