Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2021

'Kevin/Gideon atau Hendra/Ahsan, yang Penting Indonesia Dapat Emas Olimpiade'

Herry menyebut sebenarnya kedua pasangan itu sudah sangat siap untuk turun di Olimpiade tahun ini yang digelar Agustus.

'Kevin/Gideon atau Hendra/Ahsan, yang Penting Indonesia Dapat Emas Olimpiade'
TRIBUN/IRWAN RISMAWAN
Pelatih bulu tangkis ganda putera Indonesia Markus Gideon dan Kevin Sanjaya, Herry Iman Pierngadi (tengah) menempelkan es ke pundak dua anak asuhnya saat melawan pemain China China Li Junhui dan Liu Yuchen dalam babak final bulu tangkis beregu putra di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Pasangan ganda putera Indonesia tersebut berhasil mengalahkan ganda putera China, sehingga menyamakan poin 1-1. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi masih berharap Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan  Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bisa mendulang emas di Olimpiade 2021.

Herry menyebut sebenarnya kedua pasangan itu sudah sangat siap untuk turun di Olimpiade tahun ini yang digelar Agustus. 

Namun, karena adanya pandemi Covid-19, Olimpiade pun diundur Juli tahun depan.

“Yang pasti saya berharap nomor satu mereka bisa memberikan yang terbaik di Olimpiade 2021,” kata Herry IP dalam acara ‘Ngobrol Prihal Indonesia Bareng Olahragawan’ yang disiarkan di kanal youtube Geti TV, Rabu (20/5/2020).

Kepingin pribadi saya memberikan emas buat Indonesia siapa pun mereka Kevin/Gideon atau Hendra/Ahsan yang penting kita dapat medali emas untuk Indonesia itu lah salah satu cara yang bisa mengangkat olahraga Indonesia di kancah dunia,” sambungnya.

Dalam perbincangan tersebut Herry IP juga menangapi mengenai rencana menggelar turnamen lagi tapi dengan peraturan ketat salah satunya tanpa penonton.

Menurutnya jika pertandingan di Indonesia tanpa penonton pastinya akan hilangnya atmosfer Istora Senayan yang memang terkenal sebagai venue yang paling berisik.

“Menurut saya (tanpa penonton), saya selalu beprikir positif yang satu sisi menguntungkan satu sisi merugikan. Kalau yang menguntungkan itu kita sebagai tuan rumah di Indonesian Open itu kalau ada penonton, itu akan menguntungkan pemain Indonesia karena hampir 95 persen mendukung atlet Indonesia, mereka kasih motivasi,” kata Herry IP.

“Tapi kalau tidak ada penonton kan suasananya berbeda hampir sama seperti di All England mungkin, di Jepang Open karena silent penontonnya, mereka dibolehkan teriak setelah reli-reli berhenti kalau di Indonesia kan sambil berjalan ya suporter tetap berisik,” katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas