Dari Refreshing Doping Control Officer LADI: Tenaga Pengawas Doping Wajib Penuhi Prokes Covid-19
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan pada semua petugas pengawas doping.
Penulis: Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan pada semua petugas pengawas doping.
"Ini sesuai dengan protokol dari WADA," ungkap Dr.dr.Junaidi, Sp, KO, pengurus teras LADI, Rabu (25/11/2020). WADA adalah Badan Anti Doping Dunia.
Penerapan prokes tersebut khususnya wajib diberlakukan saat pengambilan sampel doping menuju Olimpiade Tokyo, Jepang, 2021.
Menurut Dr.dr.Junaidi, Sp.KO, LADI sebagai representasi WADA di Indonesia, harus menjalankan program-program yang telah ditetapkan oleh WADA. Kepatuhan Ladi terhadap program yang dibuat oleh WADA dimaksud agar atlet Indonesia dapat mengikuti keseluruhan pertandingan di tingkat internasional.
Apabila LADI tidak menjalani program yang telah digarisi oleh WADA, maka atlet Indonesia terancam gagal bertanding di seluruh kejuaraan internasional. Baik yang diadakan di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Jadi, mengikuti rangkaian program WADA itu hukumnya wajib," tegas Dr.dr. Junaidi, Sp.KO, direktur testing LADI, di sela-sela acara refreshing doping control officer (DCO), di Bellezza Hotel & Suites, Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Kegiatan penyegaran tenaga pengawas doping (Doping Control Officer/DCO) ini digelar Selasa hingga Kamis (24-26/11/2020), diikuti 34 DCO dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya saat membuka refreshing DCO ini, Selasa (24/11) malam, Asisten Deputi Peningkatan Tenaga Olahraga (Tenor) Kemenpora Dr. Herman Chaniago, MM, antara lain menegaskan pentingnya LADI meningkatkan program kegiatannya. Baik kuantitas, juga kualitasnya.
Untuk itu, Asdep Tenor Kemenpora menyebut perlunya LADI menggelar kegiatan sosialisasi anti doping dan pencitraan olahraga bersih di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Menurut penjelasan Dr.dr.Junaidi, Sp.KO, salah satu program yang digarisi WADA kebetulan bertepatan pada masa pandemic Covid-19 ini adalah pengambilan sampel doping di luar kompetisi yang lebih dikenal sebagai "out of competition test (OOCT)".
"Pada masa sekarang program pengambilan sampel doping di luar kompetisi ini fokus terhadap atlet yang akan bertanding di Olimpiade Tokyo tahun depan," paparnya.
Pengambilan sampel doping di luar kompetisi terhadap atlet yang akan bertanding di Olimpiade Tokyo bukan hanya dilakukan oleh Indonesia. Namun, seluruh negara yang atletnya ikut bertanding pada Olimpiade Tokyo tersebut.
Sebagai antisipasi terhadap penularan Covid-19, WADA telah mengeluarkan protokol kesehatan yang harus dijalani semua petugas pengawas doping.
Protokol dimaksud guna melindungi atlet dan petugas pengawas doping yang melaksanakan misi dari tertular Covid-19; meliputi; menjaga jarak fisik dan sosial, melakukan sanitasi permukaan tempat pemrosesan kontrol doping berlangsung.