Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PBSI Tak Kirim Jonatan Christie ke Dua Turnamen di Eropa

Rionny tak mengikutsertakan Jonatan karena menurutnya penampilan peraih medali emas Asian Games 2018 itu sangat kurang maksimal di dua laga Thailand

PBSI Tak Kirim Jonatan Christie ke Dua Turnamen di Eropa
Dok: PBSI
Jonatan Christie 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky tak mengirim  Jonatan Christie ke dua turnamen di Eropa; Swiss Open dan Jerman Open.

Rionny tak mengikutsertakan Jonatan karena menurutnya penampilan peraih medali emas Asian Games 2018 itu sangat kurang maksimal di dua laga Thailand Open sebelumnya.

Di Yonex Thailand Open langkah Jojo terhenti di babak perempat final sedangkan di Toyota Thailand Open terganjal di babak pertama.

Keputusan Rionny tak mengirim Jonatan juga sudah mendapatkan persetujuan dari pelatih tunggal putra, Hendri Saputra.

“Kemarin melihat penampilan atau performance Jojo di dua turnamen Thailand Open dia kurang maksimal, performance-nya kurang baik,” kata Rionny dalam pernyataan resmi PP PBSI, Jumat (5/2/2021).

“Saya juga sudah konfirmasi dengan ko Hendry, pelatihnya, lebih baik dia berlatih dulu untuk perbaiki performance-nya untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. Setelah dia siap, baru dikirim kembali,” sambungnya.

Tak hanya Jonatan, Chico Aura Dwi Wardoyo, dan Putri Kusuma Wardani juga tak diikutsertakan atau ditarik dari dua kejuaraan tersebut.

Penarikan Chico dan Putri, berdasarkan daftar tunggu pemain pada dua turnamen di Eropa tersebut, posisi keduanya terlalu jauh untuk mendapat kesempatan bertanding.

“Untuk Putri KW dan Chico itu daftar tunggunya terlalu jauh. Chico berada pada urutan 17, sementara Putri KW urutan 40-an. Kita tidak mau ambil risiko kalau mereka berangkat dan tidak mendapat kesempatan bertanding, sayang waktunya,” kata Rionny.

“Lebih baik mereka berlatih dulu di sini, mempersiapkan dirinya untuk turnamen berikutnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada kondisi normal, terdapat babak kualifikasi pada turnamen level Super 300. Namun di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, babak kualifikasi tersebut ditiadakan.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas