Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sean Gelael Dapat Pujian dari Ketum IMI Pusat Usai Menang di Abu Dhabi

Pebalap Indonesia, Sean Gelael menorehkan prestasi membanggakan dengan tim JOTA Sport.

Sean Gelael Dapat Pujian dari Ketum IMI Pusat Usai Menang di Abu Dhabi
dok pribadi
Sean Gelael, pebalap Indonesia (kanan) saat juara bersama tim JOTA Sport di balapan ketahanan, Asian Le Mans Series 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebalap Indonesia, Sean Gelael menorehkan prestasi membanggakan dengan tim JOTA Sport.

Pebalap Jagonya Ayam ini tampil gemilang untuk memenangkan race ke-4 Asian Le Mans Series 2021 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu malam (20/2/21) waktu setempat. 

Sehari sebelumnya, pada race ke-3 Asian Le Mans Series 2021 di Abu Dhabi, Sean Gelael juga keluar sebagai juara pertama. 

Prestasi ini pun disambut oleh ketua MPR Indonesia, sekaligus menjabat sebagai ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo.

"Seluruh keluarga besar IMI merasa bangga melihat perjuangan pebalap Merah-Putih Sean Gelael. Tidak ada kebanggaan lain bagi IMI dan juga bangsa Indonesia selain melihat seorang pebalap Indonesia memenangi lomba di kancah internasional," ujar Bamsoet, Senin (22/2/21).

Selain memberikan pujian, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, mengaku takjub dengan kondisi fisik Sean Gelael, dimana sehari sebelumnya, Sean Gelael membalap nonstop lebih dari 3 jam, dan menang.

Sehari kemudian, Sean Gelael kembali balapan selama 3 jam lebih di sirkuit yang sama, dan tetap menang. 

"Prestasi Sean Gelael, pemuda berusia 24 tahun ini menunjukan bahwa pemuda Indonesia punya bakat luar biasa di dunia olahraga otomotif. Tak kalah dibanding pemuda negara lainnya. Tinggal bagaimana negara dan kita semua sebagai masyarakat sebangsa memberikan dukungan," kata Bamsoet.

Bamsoet juga menjelaskan proses yang dilalui Sean membuktikan bagaimana lahirnya seorang atlet tak bisa dilakukan secara instan.

Butuh waktu dan kerja keras, dengan memakan proses yang panjang.

"Seperti yang ditunjukan Sean Gelael. Pencapaiannya saat ini tak lepas dari kerja kerasnya sejak usia sembilan tahun. Sejak pertama kali mengawali karier di ajang Kejurnas Reli Sprint dengan menjadi navigator ayahnya sendiri, Ricardo Gelael. Di usianya yang ke-13 tahun pada tahun 2009, ia sudah turun mengikuti ajang Gokart di kelas Rotax Max Junior," tutupnya. 

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas