Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Manajer Tim Triathlon Asian Games 2018 Buka Suara Soal Kasus yang Menjerat Mark S

Armand van Kempen buka suara soal kasus aktor lawas Mark Sungkar yang didakwa merugikan negara senilai Rp 649 juta.

Manajer Tim Triathlon Asian Games 2018 Buka Suara Soal Kasus yang Menjerat Mark S
dok pribadi
Armand van Kempen 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajer Tim Triathlon Asian Games 2018, Armand van Kempen buka suara soal kasus aktor lawas Mark Sungkar yang didakwa merugikan negara senilai Rp 649 juta.

Bahkan, dia menyebut mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI) itu tidak perlu mempermasalahkan keterlambatan dana pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

"Saya saja selaku Manajer Tim Triathlon yang menalangi anggaran dana pelatnas tidak pernah menyalahkan Kemenpora. Karena, saya yang sudah lama berkecimpung di dunia olahraga tahu persis prosedur pengeluaran anggaran memang agak lambat. Selain proses verifikasi juga banyak cabang olahraga yang mengajukan dana saat Asian Games itu. Itu harus dimaklumi. Yang pasti dana itu sudah diturunkan Kemenpora sesuai kesepakatan yang ditandatangani melalui rekening PP FTI," ungkap Armand van Kempen yang dihubungi saat bertugas di laut, Selasa (9/3/2021). 

Menurut Armand yang mengaku sebagai pelapor dalam kasus Mark Sungkar, dirinya akan menjelaskan secara detail persoalan yang melilit Mark Sungkar.

"Saya akan menjelaskan secara detail semuanya saat menjadi saksi nanti," tuturnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Mark Sungkar Fahri Bachmid, mengatakan Mar Sungkar yang merupakan ayah dari Shireen dan Zaskia Sungkar ini berupaya memberikan informasi yang berimbang kepada publik terkait kasus yang menjeratnya.

“Klien kami adalah pimpinan dalam PPFTI pada 2015-2019. Proposal kegiatan diajukan secara professional kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk keperluan Pelatnas Prima Triathlon Indonesia (Asian Games Indonesia 2018), bertanggal 29 November 2017,” tutur Fahri Bachmid melalui siaran pers yang dimuat beberapa media online.

Ia mengaku, pihaknya ingin meluruskan pemberitaan yang berkembang dan menyudutkan nama baik Mark Sungkar. Untuk kepentingan itu, Fahri mendudukkan persoalan ini pada konteks yang tepat dan proporsional

“Selama proses perjalanan kegiatan itu, seandainya Asisten Deputi Olahraga Prestasi tidak ingkar janji/wanprestasi, maka Surat perjanjian (MOU) Pasal 7 nomor 1a menyatakan bahwa setelah surat perjanjian ditandatangani pihak PPFTI akan menerima pembayaran sebesar 70%. Namun realisasinya, dana (sengaja) baru ditransfer pada hari lomba dimulai. Ini kenyataan dan faktanya,” urai Fahri Bachmid.

Ia menilai, negara seperti mempersulit pencairan dana dan juga laporan dengan berbagai cara. Fachri mengatakan, kliennya seolah-olah dicitrakan tidak kooperatif dan sulit dihubungi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas