Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

MotoGP

Legenda MotoGP, Casey Stoner Bongkar Borok Pabrikan Ducati, Sebut Tidak Ada Loyalitas

Musim perdana Casey Stoner yang dipercaya menunggangi Desmodeci pada tahun 2007 langsung memberikan gelar MotoGP.

Legenda MotoGP, Casey Stoner Bongkar Borok Pabrikan Ducati, Sebut Tidak Ada Loyalitas
Crash.net
Pebalap MotoGP Casey Stoner. 

TRIBUNNEWS.COM - Legenda MotoGP, Casey Stoner membongkar borok pabrikan Ducati yang pernah bekerjasama dengannya.

Casey Stoner dan Ducati memulai kerjasama sejak musim 2007 hingga 2010 atau tepatnya sekitar 4 tahun.

Musim perdana Casey Stoner yang dipercaya menunggangi Desmodeci pada tahun 2007 langsung memberikan gelar MotoGP.

Stoner menjadi juara dunia MotoGP 2007 dengan memenangkan balapan sebanyak 10 kali, 4 berada di podium dan 4 kali gagal meraih podium.

Pebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, sedang berada di garasi saat sedang menjalani tes pramusim pertama MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, 2 Februari 2016.
Pebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, sedang berada di garasi saat sedang menjalani tes pramusim pertama MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, 2 Februari 2016. (MIRCO LAZZARI SP/GETTY IMAGES)

Baca juga: MotoGP 2021 - Valentino Rossi Memble di 4 Balapan, Ini 2 Faktor Menurut Teknisi Berpengalaman MotoGP

Baca juga: MotoGP 2021 - Legenda MotoGP Kecewa dengan Performa Ambyar Valentino Rossi Musim Ini

Baca juga: Perayaan Kecil Valentino Rossi di Balik Hasil Babak Belur di MotoGP Spanyol 2021

Hal ini membuat pembalap asal Australia ini percaya diri menyongsong musim berikutnya bersama Ducati.

“Saya pikir saya telah membuat karir saya menjadi spiral dengan pergi ke Ducati. Tapi saya tidak pernah membiarkan diri saya dikalahkan." kata Casey Stoner dikutip dari laman Corsedimoto.

Pembalap kelahiran 16 Oktober 1985 tersebut di tiga musim berikutnya justru mengalami penurunan performa.

Salah satu penyebab penurunan peforma Stoner yakni mengalami kelelahan berlebih setiap beradu di atas lintasan.

Alhasil selama tiga musim tersebut, Stoner gagal mempertahankan gelar juara dunia MotoGP dan membuatnya hijrah dari Ducati.

Setelah 4 musim bersama Ducati, Stoner kembali ke pabrikan Honda yang merupakan tim pertamanya di MotoGP.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rochmat Purnomo
Editor: Drajat Sugiri
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas