Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

IBL

Dimaz Muharri Ungkap Harapan Besar di Tengah Konflik dengan CLS Knight

Konflik yang menyeret Dimaz Muharri dan CLS Knight tak mencegah sang mantan pemain menyimpan harapan besar untuk dunia basket Indonesia.

Dimaz Muharri Ungkap Harapan Besar di Tengah Konflik dengan CLS Knight
Mainbasket
Mantan pebasket CLS Knight, Dimaz Muharri. Konflik yang menyeret Dimaz Muharri dan CLS Knight tak mencegah sang mantan pemain menyimpan harapan besar untuk dunia basket Indonesia. 

Selain itu, Dimaz mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berupaya mencarikan jalur mediasi.

"Untuk teman-teman media, pemilik podcast, Perbasi, dan terutama teman-teman atlet basket di gerakan Satu Bola Satu Suara, saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman," kata Dimaz.

"Saya merasakan betapa basket Indonesia ini suportif. Jangan sampai hal-hal seperti ini melukai kekompakan kita."

"Kita harus tetap bersatu karena sebentar lagi Indonesia akan jadi tuan rumah piala dunia basket, tuturnya.

Meski berbagai pihak mencoba mencarikan jalan untuk mediasi, kuasa hukum Dimaz menyayangkan sikap CLS Knights yang menyebut bahwa mereka hanya bersedia untuk mediasi bila Dimaz memberikan proposal penyelesaian.

Point Guard Louvre Surabaya, Dimaz Muharri (kanan) saat hadir dalam konferensi pers bersama dengan Coach Andika Supriadi di GOR Sahabat, Semarang, Jumat (10/1/2020).
Point Guard Louvre Surabaya, Dimaz Muharri (kanan) saat hadir dalam konferensi pers bersama dengan Coach Andika Supriadi di GOR Sahabat, Semarang, Jumat (10/1/2020). (Tribunnews/Abdul Majid)

"Narasi tersebut kemudian dilengkapi dengan analogi seorang pengendara yang menabrak, kemudian mengajukan pembayaran semampunya bagi orang yang ditabrak."

"Ini adalah analogi yang tidak tepat karena dari awal Klien kami tidak menabrak siapa-siapa. Tidak ada pihak yang mengalami kerugian materiil pada gugatan CLS Knights.”

"Dengan kondisi bahwa Dimaz tidak bersalah, maka akan sangat aneh bila dia harus membayar berapapun nilainya. Jadi, kami sekarang menunggu agar CLS Knights terbuka pintu hatinya untuk mencabut gugatan tanpa syarat. Sangat sederhana,” tambahnya.

Secara terpisah, Mario Gerungan, yang merupakan salah satu penggagas gerakan Satu Bola Satu Suara menyebutkan bahwa kasus CLS Knights-Dimaz Muharri ini seperti gunung es atas sejumlah perlakuan tidak adil klub pada pemain.

"Ada sejumlah teman kami yang sebelumya mendapat perlakuan tidak adil lain, misalnya tidak dibayar atau diskors tanpa alasan kuat. Hasil dari gugatan CLS-Dimaz ini akan memberikan catatan penting untuk basket Indonesia. Bagaimana perlindungan atlet di negeri ini."

Baca juga: Kronologi Dimaz Muharri Kena Gugat CLS Knights di Pengadilan Surabaya, Buntut Dugaan Wanprestasi

Halaman
1234
Penulis: guruh putra tama
Editor: Dwi Setiawan
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas