Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2021

Chef de Mission Tim Indonesia: Gerak Atlet dan Ofisial Dibatasi Selama di Penginapan

Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa protokol kesehatan ketat terus diterapkan untuk mencegah kasus penyebaran Covid-19.

Chef de Mission Tim Indonesia: Gerak Atlet dan Ofisial Dibatasi Selama di Penginapan
ist
Rosan Perkasa Roeslani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Chef de Mission tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa protokol kesehatan ketat terus diterapkan untuk mencegah kasus penyebaran Covid-19.

Untuk atlet mereka tak boleh keluar dari bubble yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

“Atlet hanya dari wisma atlet ke latihan itu ada aturannya, mereka hanya bepergian kedua tempat itu, di luar itu mereka tidak boleh sama sekali,” kata Rosan dalam konferensi pers secara daring, Kamis (22/7/2021)

Kontingen Indonesia ke Olimpiade Tokyo
Kontingen Indonesia ke Olimpiade Tokyo (Dok. NOC Indonesia)

“Mereka hanya boleh di dalam komplek wisma atlet, di sana ada dining hall dan mereka juga diperbolehkan latihan di sana,” sambungnya

Sementara itu, untuk personel lainnya di luar atlet mereka juga tidak boleh sembarangan bepergian.

Mereka hanya boleh berpergian ke tempat-tempat yang sudah disesuaikan dengan activity plan atau rencana kegiatan yang sebelumnya diberikan kepada panitia penyelenggara.

Bahkan Rosan sendiri harus rela diikuti orang dari panitia penyelenggara agar tak keluar dari zona yang telah ditentukan.

“Untuk saya dan Pak Okto itu boleh ke Wisma atlet terus ke press room dan tempat latihan dan hotel yang sudah ditunjuk oleh NOC. Setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan. Kita tidak boleh keluar dari activity plan yang sudah kita sampaikan,” kata Rosan.

“Kalau media saja empat hari pertama tidak boleh keluar sama sekali, setelah itu baru boleh. Kontak dengan atlet juga sangat dikurangi, kalau dulu dapat daily pass sekarang tidak ada sama sekali, pengawasan sangat ketat,” lanjut Rosan.

“Saya saja kalau keluar hotel ada yang nempel, jadi benar-benar sangat ketat. Bahkan saya tidak boleh ke lounge hotel, itu ada batasan-batasannya. Jadi harus sesuai dengan activity plan yang sudah kami berikan ke panitia,” pungkasnya

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas